Minggu, 07 Maret 2010

DBD Mulai Mewabah di Dompu, Dua orang Meninggal Dunia





Kegiatan Foging yang dilakukan di Kelurahan Montabaru Kecamatan Woja minggu (07/03). kegiatan Foging baru dilakukan setelah ada yang positif DBD














Mawarni 6 tahun warga Desa Bara Kecamatan Woja Dompu yang meninggal akibat DBD jumat (05/03)








Ncuhi Riwo Dompu – Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Dompu kini mulai mewabah, dalam beberapa pekan terakhir, puluhan orang yang dinyatakan Positif menderita DBD dirawat di Rumah Sakit Umum Dompu. Sementara itu dalam dua hari terakhir dua orang penderita DBD meninggal dunia.
Kedua korban DBD yang meninggal dunia tersebut yakni Wahyuda 6 tahun warga Kelurahan Montabaru Kecamatan Woja, serta Mawarni 6 tahun warga Desa bara Kecamatan woja Dompu. Wahyuda meninggal pada hari sabtu (06/03) kemarin sekitar pukul 17.00 Wita, sementara Mawarni meninggal pada hari jumat (05/03) lalu sekitar pukul 03.30 Wita, kedua korban penderita DBD tersebut meninggal di Rumah Sakit Umum Dompu setelah mendapat perawatan pihak Rumah sakit.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Dompu, karena selain puluhan orang yang positif DBD, sudah hampir 50 orang lainnya menderita penyakit yang mengarah ke DBD atau sudah suspek, meskipun sabagian lainya sudah dinyatakan sembuh,“dalam dua hari terakhir ini ada 6 orang yang dinyatakan positif DBD, dua orang diataranya meninggal dunia, sementara 4 orang lainya tengah mendapat perawatan intensif di Rumah sakit Umum, satu diantaranya yakni Dilan 7 tahun sekarng masih kritis, dan masih di ruangan ICU” jelas Anwar sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu.
Anwar mengatakan saat ini pihaknya sedang intens melakukan pencegahan agar nyamuk yang sangat membahayakan tersebut tidak terjangkit pada warga, mulai dari melakukan Foging serta sosialisasi pada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan maupun tempat tinggal, karena nyamuk DBD sangat rawan pada daerah – daerah yang kondisi lingkungan yang tidak sehat, “saat ini kami terus berupaya melakukan foging di daerah – daerah yang sudah terjangkit DBD, karena aturannya kita baru akan melakukan foging setelah dalam suatu daerah sudah ada yang positif DBD” jelas Anwar pada Kampung media saat melakukan Foging di Kelurahan Montabaru.
Dikatakan Anwar Foging bukanlah cara ampuh untuk terhindar dari Demam Berdarah karena memang foging hanya untuk pencegahan agar nyamuk tidak meluas, “cara yang sangat ampuh dalam mengatasi terjangkitnya DBD itu yakni dengan Abate serta 3 M plus, kalau foging ini sifatnya hanya mencegah agar tidak mewabah saja” katanya.
Labih jauh Anwar menuturkan bahwa di Kabupaten Dompu terdapat sepuluh Desa yang dinyatakan terdapat pasien positive DBD.Sejumlah Desa maupun Kelurahan yang dimaksud yakni Desa O’o, Keluarahan Dorotangga, Desa Lepadi, Kelurahan Potu, Kelurahan bada, Kelurahan Karijawa, Kelurahan Simpasai, Kelurahan kandai II, Kelurahan Montabaru serta Desa Bara.
Selain melakukan foging pihak Dikes juga akan segera mengerahkan pegawai Puskesmas di masing – masing Daeran untuk melakukan goto royong dalam hal kebersihan lingkungan, “besok mulai hari senen (08/03) akan mengerahkan pegawai puskesmas yang dibantu oleh pihak kelurahan maupun Desa untuk melakukan gotong royong kebersihan di masing – masing Desa dan Kelurahan” ujar Anwar.
Atas kejadian ini lanjut Anwar sangat diharapkan yakni partisipasi aktif masyarakat sendiri dalam hal menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, serta dihimbau agar tetap rutin melakukan 3 M plus, “jentik nyamuk DBD sangat mudah menempati tempat – tempat yang lembab serta di air yang tidak mengalir, seperti tempayan, bak mandi dan lain sebagainya” harapnya.
Ditambahkan Anwar hingga saat ini pihaknya masih belum bisa semaksimal mungkin untuk melakukan berbagai upaya untuk hal yang dimaksud, karena pihak Dikes sendiri masih terkendala anggaran, hari minggu (07/03) Dinas Kesahatan kabupaten Dompu telah melakukan Foging di Desa bara dan Kelurahan Montabaru. “meskipun saat ini kami masih terkendala masalah dana akan tetapi kami akan terus berupaya dan berusaha semaksimal mungkin agar DBD tidak meluas” katanya. *purnawansyah*

Sabtu, 06 Maret 2010

Dua Bocah Gizi Buruk di Dompu

Nurratun 7 bulan pasien Gizi buruk dalam gendongan sang nenek

Sahrir 3 tahun pasien Gizi Buruk yang dengan berat bada 5 kg dalam gendongan Neneknya














Ncuhi Riwo Dompu - Nasib malang dialami dua bocah di Dusun Serakapi Desa Saneo Kecamatan Woja Dompu, dengan kondisi tubuh yang kurus kerempeng dan perut membucit serta berat badan yang tidak ideal mengharuskan mereka tetap berada pada gendongan sang ibu, bagaimana tidak tubuh kedua anak yang menderita Gizi buruk ini sangatlah tidak bisa untuk duduk sendiri.

Sahrir 3 tahun serta Nuratun 7 bulan, kedua bocah tersebut sudah lama menderita penyakit tersebut, lantara kemiskinan yang dialami sehingga pola makan sehat tak mampu mereka lakukan, orang tua kedua penderita Gizi Buruk (marasmus) tersebut hanyalah buruh tani yang tiap harinya bekerja dari tempat yang satu ke tempat yang lain, tempat dimana mereka bisa mendapatkan upah demi keberlangsungan hidupnya.

Nuratun putri pasangan suami Istri Kibitiah dan Anwar, sudah menderita gizi buruk sejak 5 bulan terakhir, selama ini Kibitiah hanya mampu memberikan makan apa adanya pada si buah hati, karena untuk mendapatkan makanan yang sehat buat sang anak mereka tidak mampu, “selama ini hanya beri asi saja, ya kalau ada uang saya beli bubur untuk anak“ jelas Kibitiah pada kampung media.

Berat badan Nuratun sangat tidak seimbang dengan usia bayi seusianya, bayangkan saja di usianya yang sudah tujuh bulan hanya memiliki berat badan 3,8 ons. Sewaktu dilahirkan Nuratun lahir dalam keadaan normal dengan berat badan 3,5 kg, “waktu lahir berat badan anak saya itu 3,5 kilo, trus anak saya mulai sakit sejak umur dua bulan, batuk – batuk, demam, trus sesak napas, sampai sekarang ini“ ujar Ibu satu anak ini.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kibitiah beserta suaminya namun lagi – lagi karena kendala biaya, usaha mereka untuk menyembuhkan anak pertama hasil pernikahanya satu tahun silam tersebut kandas, selama ini anaknya hanya mapu diobati di puskesmas terdekat, “selama ini hanya memeriksa ke puskesmas saja, dan dipuskesmas menganjurkan untuk di rujuk kerumah sakit, tapi kami tidak punya biaya“ keluhnya seraya menambahkan jika mereka pernah diberikan bantuan oleh pihak puskesmas berupa bubur untuk sang buah hatinya.

Sementara itu yang sangat memprihatinkan lagi yakni kondisi Sahrir, selain mengalami gizi buruk Sahrir (3 tahun) juga menderita kelainan pada tubuhnya dengan kondisi Kepala yang membesar serta tulang dadanya yang membekak, kondisi tersebut telah lama dirasakan oleh Sahrir. Berat badan Sahrir sangat tidak sesuai dengan berat badan anak di usianya, sahrir dengan umurnya seperti itu hanya memiliki berat badan 5 kg saja.

Hal yang membuat hati terenyuuh bagi yang melihatnya saat para rombongan wartawan serta Dinas Kesehatan meninjau sahrir, ternyata Sahrir tengah dibawa oleh neneknya ke ladang. Pihak Dikes yang sudah ingin melihat sang anak berkat informasi dari para kuli tinta itu langsung menyusul ke tempat dimana neneknya berladang, alangkah ironisnya, sang anak tersebut berada di tengah – tengah ladang di dalam sebuah gubuk reot, hal itu terpaksa dilakukan oleh sang nenek karena dirumah tidak ada yang menjaga si anak, karena ibunya pun harus bekerja jadi buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara ayahnya sudah lama meninggalkan Sahrir bersama ibunya, “saya terpaksa membawa cucu saya kesini pak, karena ibunya sudah pergi kerja jadi buruh tani, dirumah tidak ada yang jagain, kalau bapaknya sudah pergi lari sejak anaknya masih bayi“ ungkap Ramlah, sang nenek yang sudah tiga tahun setia menemani cucunya.

Hal yang sama juga dikatakan Ramlah, ketidak mampuan dalam biaya untuk pengobatan menjadi kendala yang cukup parah dalam usaha untuk penyembuhan Sahrir, bahkan sahrir sendiri sangat jarang diperiksakan ke Puskesmas apa lagi rumah sakit Umum itu tidak pernah dilakukan. Sementara kondisi Sahrir hingga saat ini masih mengalami batuk – batuk dan sesak napas yang cukup parah, “bagaimana mau kerumah sakit kita gak punya biaya, untuk makan sehari – hari ini sudah sangat sulit, sampai ibunya saja harus bekerja tiap hari untuk kebutuhan hidup“ ujar Ramlah dengan sedih.

Untuk kesembuhan sang cucu Ramlah sangat berharap bantuan dari pemerintah setempat untuk perawatan Sahrir, karena mengingat kondisi sahrir yang sudah sangat mengkhawatirkan, “kami tidak punya biaya untuk mengobati di rumah sakit, kami orang miskin yang tidak punya biaya, tolong bantu kami“ harap Ramlah.

Terhadap kondisi kedua anak tersebut pihak Dinas Kesehatan yang langsung menjenguk pasien dirumahnya masing - masing pada Jum’at (05/03) lalu, berinisiatif untuk langsung membawa kedua anak itu ke Rumah Sakit Umum Dompu guna mendapat perawatan Intensif, “hari ini juga anak – anak harus kami dibawa ke rumah sakit, mengingat kondisi kedua anak ini sangat memprihatinkan” kata Anwar sekretaris Dikes kabupaten Dompu.

Untuk biaya perawatan kedua bocah tersebut pihak Dikes akan berupaya semaksimal mungkin, meskipun Dikes sendiri dalam hal ini hanya akan membantu dalam hal uang tunggu yakni 15 ribu perhari untuk satu orang saja, mengingat anggaran untuk penanganan pasien Gizi buruk yang belum ada, “untuk perawatan di RSUD semua gratis, kami juga akan memberikan uang tunggu sebesar 15 ribu per hari untuk satu orang, meski saat ini belum ada anggarannya tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin” jelas Anwar. Uang tunggu itu sendiri merupakan anggara Dana Alokasi Umum (DAU).

Anwar mengaku sebelumnya pihak Dikes melalui Puskesmas setempat telah memberikan pelayanan terhadap kedua anak tersebut, namun pihak keluarga yang disarankan untuk berobat kerumah sakit tidak ada yang mau dengan alas an tidak memiliki biaya, “sebelumnya terhadap kedua anak ini, kami sudah memberikan pelayanan sesuai protap yang ada” katanya, sembari mempertegas kembali bahwa pihaknya akan membawa kedua anak itu ke RSUD, ”kedua pasien ini akan kami bawa ke RSUD untuk mendapat perawatan medis, mau ndak mau orang tuanya akan kami berikan pemahaman agar supaya anaknya mau dirawat” tegas Anwar. *Purnawansyah*

Rabu, 03 Maret 2010

Pemilu Kada, Satu Pasangan Balon Bupati Dianulir KPU

Ncuhi Riwo Dompu – Dari sembilan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftar di KPUD sejak tanggal 24 februari hingga 02 maret kemarin, satu pasangan bakal calon yakni pasangan Drs. H. kaimun – Nurdin AR dianulir keabsahan syarat pendaftaran pencalonannya oleh KPU dan telah dinyatakan gugur serta tidak bisa lagi mengikuti tahap selanjutnya. dikatakan gugur itu setelah pihak KPUD mengecek kembali berkas partai pendukung yang digunakan dalam pendaftaran pasangan yang dimaksud.

Dalam berkas yang diajukan saat mendaftar, pasangan Drs. H. Kaimun melampirkan dukungan partai tanpa ada rekomendasi atau tandatangan pimpinan partai yang dikatakan telah mengusung pasangan tersebut, dari 7 partai yang diajukan sebagai pendukung hanya satu partai saja yang telah memberikan rekomendasi untuk pengajuan Bakal calon, yakni Partai Damai Sejahtera. Sementara 6 partai lainya yakni Partai Merdeka, PAN, PKB, PMB, PKPB serta PDK yang juga dilampirkan dalam pendaftaran tidak ada tandatangan pimpinan partai.

Ketua KPUD Dompu Erfan Taufan kepada sejumlah Wartawan di Dompu rabu 03/03 menjelaskan, pembatalan berkas pendaftaran salah satu bakal calon yakni pasangan Drs. H. Kaimun – Nurdin AR itu karena keabsahan berkas pendaftaran dalam hal ini dukungan partai pengusung yang mereka bawa itu tidak sesuai dengan syarat pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2010 – 2015, “partai pengusung yang diajukan oleh pasangan ini (H. Kaimun red) itu tidak melampirkan berkas pengajuan, dalam hal ini partai pengusung tidak terdapat tandatangan pimpinan partai, dari 7 partai yang diajukan hanya 1 partai saja yang memiliki tanda tangan pimpinan partai” jelas Erfan.

Diakui Erfan saat pendaftaran pasangan bakal calon tersebut diterima berkas pendaftarannya, itu karena pengecekan pada saat penerimaan pendaftaran yang dilakukan oleh pihak KPUD terjadi kekeliruan dari dasar itu pulalah sehingga KPUD pun mengatan bahwa pasangan tersebut diterima berkas pencalonannya pada hari selasa 02/03 lalu “awalnya kami terima dokumen pendaftaran yang diajukan oleh pasangan H. Kaimun, akan tetapi setelah pendaftaran berakhir, kami cek kembali dokumennya ternyata, partai pengusung yang diajukan tidak memiliki tandatangan dari pimpinan partai dan itu pun hanya satu partai saja yang memenuhi syarat pengajuan berkasnya” ungkap Erfan.

Lebih jauh dikatakan Erfan ketentuan KPU, syarat pendaftaran oleh pasangan bakal calon itu harus memenuhi 15 persen suara sah atau 5 kursi parlemen, sementara berkas yang diajukan oleh pasangan H. Kaimun itu hanya terdapat 1 partai dan itu pun tidak memenuhi syarat pendaftaran, “karena sudah jelas tidak memenuhi syarat yang pasti pasangan H. Kaimun tidak bisa mengikuti tahap selanjutnya” jelasnya.

Terhadap permasalahan itu sendiri pihak KPUD telah melakukan pertemuan dengan pasangan bakal calon H. kaimun serta ketua maupun sekretaris tim pasngan ini, dan pihak yang diundang pun hadir dalam pertemuan itu. Dari pertemuan tersebut pihak KPUD telah menjelaskan semua permasalahan secara detail, “pasangan H. Kaimun sudah kami undang dan sudah kami jelaskan semua. Dan kami pun akui bahwa saat pendaftaran selasa kemarin terdapat keeliruan dalam hal ini ketidak telitian dalam memeriksa berkas calon, sehingga kami pun menerima pendaftaran tersebut, akan tetapi sore itu juga (selasa 02/02 red) kami mengecek kembali keabsahan berkas dan ternyata tidak memenuhi syarat pendaftaran, karena tidak memiliki tandatangan dari partai pengusung” ungkap Erfan.

Lanjut Erfan mengatakan pembatalan itu dilakukan atas dasar syarat berdasarkan Undang – undang no 32 pasal 59 ayat 2 tahun 2004 serta undang – undang 12 pasal 59 ayat 5 point a, bahwa parpol atau gabungan dapat mendaftar dalam pemilu kada apabila parpol memenuhi 5 kursi parlemen atau memenuhi 15 persen suara sah. Dan syarat pencalonan dengan partai pengusung harus di tandatangani oleh pimpinan parpol yang bergabung. *purnawansyah*

Tak Hanya Air Yang Kotor, Sebagian Desa 3 Tahun Tidak Dapat Air PDAM.

Dompu - Penyaluran Air yang dilakukan oleh PDAM Kabupaten Dompu makin dikeluhkan oleh Warga, bagaimana tidak penyalurah air ini di nilai sangat merugikan warga masyarakat, di musim penghujan seperti ini air yang diharapkan Bersih akan tetapi harapan itu sirna, malah air keruh yang didapat. Lebih ironis lagi sejumlah Desa di kabupaten Dompu justeru mengalami nasib buruk, sudah hampir 3 tahun lamanya mereka tidak pernah tersalur Air dari PDAM, padahal air merupakan sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh warga.
Sejumlah Warga mengaku kondisi keruhnya air PDAM sudah sering kali terjadi di musim penghujan seperti ini, kondisi tersebut dikhawatirkan akan sangat membawa dampak penyakit bagi masyarakat, lebih – lebih diare dan Muntaber sangat rawan terjadi di kala musim hujan, karena memang mau gak mau masyarakat harus menggunakan Air dari PDAM untuk kebutuhan hidupnya sehari – hari, “mau gak mau kita harus memakai air PDAM untuk kebutuhan mencuci serta masak, sementara air yang disalurka oleh PDAM sendiri kotor” ujar Anggi warga Desa Matua Kecamatan Woja Dompu pada kampong media.
Diungkapkan Anggi, mereka terpaksa menggunakan Air keruh PDAM untuk kebutuhan sehari – hari, karena untuk mendapatkan air bersih, mereka harus mengeluarka biaya banyak, belum lagi tiap bulanya harus membayar biaya Air dari PDAM, “menjadi pelanggan di PDAM sama saja bohong, tiap bulan kita harus bayar air keruh, kadang tidak pernah tersalurkan juga, untuk apa menjadi pelanggan di PDAM kalau air jarang keluar, kotor, sementara kita masih beli air untuk kebutuhan memasak dan lainya” keluhnya.
Hal senada juga dikeluhakan Fiah warga Kelurahan Montabaru Kecamatan Woja, penyaluran air oleh PDAM dirasakan sangat merugikan warga, dalam beberapa bulan ini penyaluran air di Kelurahan tersebut sudah tidak pernah ada, akibatnya mereka harus mengambil air dari jarak yang jauh dari rumah mereka, sementara sejak musim penghujan seperti ini meski air PDAM tersalurkan namun hanya air yang penuh dengan Lumpur saja yang di dapati warga, “airnya kadang tersalurkan dimusim hujan seperti ini, tapi hanya air keruh saja yang kita dapat” keluhnya.

Dikatakan Fia, penyaluran air oleh PDAM yang seperti dirasakanya itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, “dimusim kemarau air tidak pernah ada, di musim hujan justeru air Lumpur yang kita dapat” lanjut Fia
Dengan keruhnya air tersebut warga masyarakat khawatir akan dampak yang akan dirasakan mereka, lebih – lebih dimusim penghujan seperti saat ini sangat rawan akan penyakit yang dengan sewaktu – waktu dapat menyerang masyarakat, seperti diare, Demam Berdarah Dengue, dan lainya.
Sementara itu beberapa Desa lain yang merasakan hancurnya pelayanan yang dilakukan oleh PDAM Dompu yakni Desa Baka Jaya serta Desa Nowa kecamatan Woja Dompu, selama hamper tiga tahun terakhir ini mereka tidak pernah mendapat air yang disalurkan oleh PDAM, padahal mereka merupakan pelanggan resmi PDAM. Untuk mengatasi kekeringan tersebut warga setempat harus membeli air bahkan harus mengambil air dari jarak yang letaknya sangat jauh dari pemukiman warga bahkan di desa – desa tetangga yang memiliki sumur.
Azhar Salah seorang warga yang ditemui kampung Media rabu 03/03 mengaku tidak adanya penyaluran air PDAM di desa tersebut sudah terjadi tiga setengah tahun lalu, hal tersebut sangat berdampat buruk bagi warga, “hampir tiga tahun lamanya kami menderita dengan tidak adanya penyaluran air dari PDAM, bayangkan saja untuk memenuhi kebutuhan hidup akan air, kami harus mengambil dari jarak yang sangat jauh, 3 hingga 5 Km jarak dari kampung kami, kalau tidak mampu ambil sendiri kami harus beli dari tukang ojek sebesar Rp. 3000,- per cirigennya” keluh Azhar. Pekerjaan buruk PDAM ini pun menjadi tanda Tanya besar bagi masyarakat, karena melirik potensi air yang ada di Kabupaten Dompu akan dirasa cukup untuk penyaluran air warga sekitar Kota Dompu, akan tetapi untuk kebutuhan air itu sendiri tidak pernah ada di desa tersebut. “kami menilai pekerjaan PDAM Dompu ini sangat buruk, padahal potensi air di dompu ini sangat mendukung” ujar Azhar.
Lanjut Azhar mengatakan warga setempat sangat berharap akan kepdulian pemerintah untuk menanggulangi krisis air di Desanya, meskipun sebelumnya pemerintah sendiri telah melakukan upaya dengan cara pengeboran di berbagai titik, akan tetapi hal itu tidak membuahkan hasil. Warga menilai langkah lain yang dirasakan akan pas untuk itu adalah penyaluran yang dilakukan oleh PDAM sebagaiman bisanya tahun sebelum terjadinya kemacetan akan penyaluran air oleh PDAM, “daerah sekitar Desa kami ini merupakan daerah yang dekat dengan gunung jadi akan susah untuk mendapakan air dengan cara pengeboran, dan kami rasa jalan satu – satunya adalah alirkan air melalui PDAM sepereti biasanya, kami juga heran kenapa air bisa macet seperti ini, padahal kami merupakan pelanggan tetap PDAM.
Lebih jauh Azhar menjelaskan kebutuhan akan air di Desa tersebut sangat menjadi prioritas mereka, karena memang mereka merasa sudah tidak mampu lagi untuk membeli air dan mengambil air yang jaraknya jauh dari perumahan warga,”Air merupakan sumber kehidupan, kami rasa lebih baik gak usah makan tanpa ikan dari pada tanpa air, untuk itu kami sangat berharap akan kepedulian pemerintah dalam menangani masalah penderitan rakyat ini” harapnya.
Lebih jauh Azhar yang mewakili warga Desa baka jaya berkeluh, penyaluran air oleh PDAM makin tidak jelas, padahal untuk perbaikan dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air, pengadaan meteran air, pengadaan bahan kimia untuk penjernihan air, administrasi dan lainya, oleh pemerintah sendiri telah menganggarkan uang sebesar 7,5 milyar, akan tetapi hasil dari pada itu tidak ada sama sekali, justru malah berdampak buruk bagi warga, “ini sudah jelas bobroknya pelayanan yang dilakukan oleh PDAM, padahal anggaran untuk perbaikan maupun pembangunan Instalasi Pengolahan air, dan lain sebagainya itu sudah di lakukan, tapi kok pelayananya malah seperti ini, di Desa kami air tidak ada, di Desa maupun Kelurahan lain meskipun ada tapi air keruh yang didapat, kami mohon pada pemerintah agar bisa melirik dan sesegera mungkin dilakukan penyaluran air di Desa kami, kalau ini tidak segera diatasi maka akan berdampak buruk bagi kehidupan warga” harapnya. *purnawansyah*

Selasa, 02 Maret 2010

Pemilu Kada Dompu, 9 Pasang Balon Bupati Resmi Mendaftar di KPUD

Dompu – Sejak tanggal dibukanya pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati oleh KPUD yang dimulai pada tanggal 24 februari hingga 02 maret kemarin, sebanyak sembilan pasangan bakal Calon Bupati dan wakil Bupati Dompu yang siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Dompu (Pemilu Kada) yang akan digelar pada 7 juni 2010 mendatang sudah resmi mendaftar di KPUD Dompu.

Sejumlah pasangan Balon yang telah mendaftar, diantaranya yakni 6 pasangan bakal Calon yang menggunakan partai pengusung dan 3 pasangan balon yang menempuh jalur perseorangan (Independent). Diantara pasangan calon yang menggunakan partai pengusung yakni, pasangan Ir. Edy wahyudi – Drs. Diaul Anhar, pasangan H. Syamsuddin MK – H. Sanusi, S.sos, Pasangan Drs. H. Bambang M.Yasin – Ir. H. Syamsuddin MM, pasangan H.Syaifurrahman Salman – Drs. H. Gaziamansyuri serta Pasangan Drs. HM.Amin MM – H. Didi Wahyudi serta pasangan H. kaimun – Jaidun. sementara tiga Balon yang menempuh jalur perseorangan yakni pasangan Edy Hermansyah – Badrun Anggrat, pasangan Arifin Ibrahim, SE – Drs. M. Nurdin AR serta pasangan H. Abdurrahman – Nurdin, SH.

Sejak pembukaan pendaftaran Bakal Calon Bupati tanggal 24 februari lalu, dua pasangan balon yang lebih dulu mendaftar yakni pasangan perseorangan Arifin Ibrahim SE – Drs. M. Nurdin AR kemuadian di susul pasangan Edy Hermansyah – Badrun Anggrat, kedua pasangan ini mendaftar pada hari jumat 26/02.

Sementara pada hari senin 01/03 6 pasangan calon sekaligus mendaftar, dengan silih berganti dari pukul 08.00 hingga 16.00. ke enam pasangan Balon tersebut yakni Pasangan H. Symsuddin MK – H.Sanusi, S.Sos kemudian pasangan Syaifurrahman Salman – Drs. Gaziamansyuri, pasangan Drs. H. Bambang M. Yasin – Ir. H. Syamsuddin MM, pasangan Ir. Edy Wahyudin – Drs. Diaul Anhar, pasangan H. M. Amin – H. Didy Wahyudi serta pasangan perseorangan H. Abdurrahman – Nurdin SH. Sementara pasangan calon lain yakni H.Kaimun – Nurdin AR mendaftar pada hari terakhir pendaftaran selasa 02/03 kemarin.

Untuk memeriahkan saat pendaftaran bakal calon selain di dampingi partai pengusung masing – masing balon pun membawa ratusan massa pendukun maupun simpatisan, namun meski dengan jumlah massa yang cukup banyak pendaftaran bakal calon tersebut berlangsung aman. selain massa pendukung, asesoris politik seperti baliho, sapanduk serta bendera partai pun ikut mewarnai saat pendaftaran, bahkan alat musik seperti organ tunggal, kecimon, rebana, serta alat musik lainnya pun juga ikut dibawa untuk memeriahkan pendaftaran bakal calon. Bahkan tidak tanggung – tanggung sejumlah pasangan Balon bupati dan wakil Bupati pun melakukan pendaftaran dengan berjalan kaki mulai dari rumah mereka masing – masing, serta ada pula bakal calon yang mendaftar dengan menunggangi Kuda.


Dalam proses pendaftaran sejumlah pasangan bakal calon yang di dampingi partai pengusung yakni dengan cara menyerahkan berkas dukungan partai maupun dukungun masyarakat untuk calon perseorangan di hadapan pihak KPUD, setelah penyerahan dukungan oleh pihak KPU melakukan penghitungan jumlah dukungan sesuai dengan standar dukungan yang di tetapkan oleh KPUD, yakni pasangan bakal calon minimal meiliki dukungan 15 persen suara atau 5 kursi Parlemen untuk pasangan dengan partai pendukung.

Ketua KPUD Dompu Erfan Taufan mengatakan Dari sembilan pasangan calon yang mendaftar tersebut, berkas pendaftarannya semua diterima, karena dari berkas dukungan yang diserahkan ke KPUD telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Akan tetapi lanjut Erfan pihak KPUD masih akan melakukan verifikasi dan klarisifikasi untuk menentukan calon yang ikut dalam Pemilu Kada, "dalam proses pendaftaran, semua berkas bakal calon terpenuhi, namun pihak KPUD masih akan melakukan verivikasi dan kalrifikasi, untuk penentuan bakal calon yang menjadi calon dalam pemilu kada” ujar Erfan.

Pantauan kampung media saat pendaftaran sejumlah pasangan bakal calon Bupati yang mendaftar, terdapat sejumlah partai yang sama yang dibawa oleh bakal calon untuk mendaftar kemarin. Beberapa partai yang sama yang digunakan oleh bakal calon dalam mendaftar tersebut yakni, Partai Merdeka, PKB, PAN, PMB, Partai Buruh, Partai Barnas. Diantararanya partai Merdeka didaftarkan oleh pasangan Drs. HM. Amin dengan pasangan H. Kaimun, sementara PAN di daftarkan oleh pasangan Syamsudin MK dengan Pasangan Kaimun. Partai Barnas di daftarkan oleh pasangan H. Syaifurrahman dan pasangan H. bambang, PKB didaftarkan oleh Pasangan H. Syamsudin MK dengan Pasangan HM. Amin serta Pasangan H. Kaimun, dan PMB didaftarkan oleh pasangan H. Syaifurrahman dan pasangan HM.Amin serta pasangan H. Kaimun, sementara Partai Buruh didaftarkan oleh pasangan H. Bambang dan pasangan HM.Amin. *purnwansyah*

 
Free Web Hosting | Top Web Host