Jumat, 18 Desember 2009

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN

Dalam rangka mempertinggi taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan secara adil dan merata, penyediaan pangan dan gizi yang cukup memadai dan terjangkau oleh seluruh rakyat memegang peranan yang sangat penting. Hal ini erat kaitannya dengan tingkat kesadaran dan keadaan gizi serta peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Berkebun merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Daripada melihat halaman rumah kosong, alangkah indahnya ditumbuhi pepohonan. Mengurusi aneka tanaman hias, buah-buahan atau tumbuhan obat dapat menjadikan waktu luang lebih berguna. Suasana tempat tinggalpun tampak lebih segar. Tapi, bagaimana bila tidak memiliki lahan ? atau Cuma sejengkal tanah yang pas pasan ? padahal, keiginan merawat pohon sangatlah besar. Tentang hal itu, tidak perlu patah semangat. Karna kita tetap bisa berkebun dengan cara vertikultur.
Vertikultur adalah cara pertanian yang hemat lahan. Sehingga sangat cocok diterapkan didaerah pemukiman padat, artinya suatu cara pertanian yang dilakukan dengan system bertingkat.
Aneka tanaman sayuran yang dapat ditanam di pekarangan antara lain : seledri, kangkung, sawi, bayam, kemangi. Pohon cabai, tomat atau terong juga mudah sekali tumbuh di dalam pot. Tanaman di halaman rumah penting untuk menciptakan suasana nyaman. Hasilnya adalah sebuah halaman rumah multifungsi, yaitu keindahan alami berwawasan lingkungan dan gizi. Di halaman belakang, jika ada dapat ditanami pisang, kelapa hibrida, singkong, papaya, tanaman obat dan bumbu-bumbuan. Tanaman ini membuat halaman belakang jadi lebih sejuk dan dapat digunakan sebagai ajang bercengkrama dengan anggota keluarga.
Bertanam sayuran tidak selalu perlu areal yang luas, sebab sayuran dapat ditanam dalam sebedeng lahan sempit bahkan di dalam pot. Pot untuk tanaman juga tak harus dibeli hal ini dapat berkreasi sendiri dengan bambu, kaleng bekas, ban mobil bekas, ember bekas dan sebagainya. Yang penting adalah bagaimana menyusunnya agar menjadi pot yang indah sekaligus berguna. Pekarangan juga dapat dioptimalkan pemanfaatannya dengan tanaman apotik hidup atau tanaman obat keluarga (toga) tanaman obat sekaligus sebagai bumbu dapur sejenis empon-empon, semacam jahe, kencur, lengkuas, kunyit, juga tanaman sirih, cabe dan sebagainya dapat menjadi pilihan.
Bagi masyarakat di pedesaan , penanaman sayuran dihalaman sempit masih sangat diperlukan, hal ini bukan saja untuk memenuhi kebutuan sendiri, melainkan juga dapat menambah penghasilan keluarganya yaitu dengan menjualnya ke pasar.
Pemanfaatan lahan pekaranagan perlu digalakkan kembali mengingat kondisi saat ini kurang mendapat perhatian. Menciptakan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi tidak harus dengan biaya tinggi atau menunggu uluran tangan pemerintah dengan birokrasinya yang ruwet. Selain itu juga pemanfaatan lahan pekarangan dengan mengoptimalkan penanaman dapat menberi sumbangsih terhadap kurangnya emisi carbon sebagai penyebab utama pemanasan global.
Cara mudah dan murah dapat dimulai dari lingkungan kita sendiri dengan memanfaatkan pekarangan. Jangan membiarkan sejengkal tanah pekarangan kita yang kosong. Mari kita memulai mengisi pekaranagan dengan tanaman bermanfaat sekarang juga, jangan ditunda-tunda...,

Johansyah, S.P. (Penyuluh Bantu Nasional/THLTBPP Kab. Dompu)
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pajo
JL. Lintas Lakey Kecamatan Pajo Kab. Dompu Nusa Tenggara Barat
Email : johan_dompu@yahoo.co.id, johanyati@gmail.com


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Web Hosting | Top Web Host