Selasa, 16 April 2013

Penguatan Kapasitas Bagi Pokja PNPM - GSC


Dalam pelaksanaan kegiatan di desa pada PNPM Generasi Sehat dan Cerdas, ada dua jenis pengelolaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), yaitu: Pengelolaan dana langsung oleh Pelaksana Kegiatan dan Pengelolaan dana melalui kelompok kerja (pokja).
Pengelolaan langsung oleh Pelaksana Kegiatan/TPK berlaku untuk kegiatan yang langsung digunakan sekaligus, seperti : pengadaan sarana pendidikan-kesehatan atau kegiatan yang dikerjakan dalam jangka waktu  yang relatif  pendek, seperti : pembangunan prasarana.  Pengelolaan dana untuk kegiatan ini, dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) kecamatan langsung ke kas Pelaksana Kegiatan/TPK.

Sedangkan pengelolaan dana melalui pokja adalah untuk  kegiatan yang  tidak langsung dilaksanakan sekaligus, tetapi dilaksanakan secara berkali-kali secara rutin (atau yang bersifat multiyears), seperti: kegiatan beasiswa, transportasi bidan, transportasi untuk sasaran program (ibu hamil, ibu dengan bayi/ balita) ke tempat pelayanan kesehatan, honor guru tidak tetap (guru honorer), pemberian makanan tambahan (PMT) dan lain-lain. Untuk kegiatan seperti ini, penyaluran dana tidak lansung diberikan sekaligus kepada pemanfaat, tetapi diberikan secara rutin (biasanya sebulan sekali) sesuai rencana yang telah disusun sebelumnya. Proses pencairan dananya, dari rekening kolektif UPK langsung ke rekening pokja. Rekening pokja ada di tingkat kecamatan dan dapat dibuka untuk beberapa kegiatan dengan spesimen tanda tangan dari UPK, perwakilan pokja, FK (selama masih ada program), dan atau wakil masyarakat yang dipilih dalam musyawarah antar desa.

Pengelolaan dana langsung oleh Pelaksana Kegiatan/TPK atau yang melalui pokja harus dilakukan secara transparan dan ada laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat dalam rapat bulanan pelaku desa, serta ditempel di papan informasi.
Pokja dibentuk untuk mengelola dana untuk kegiatan  yang  tidak langsung dilaksanakan sekaligus, tetapi dilaksanakan  berkali-kali secara rutin (atau yang bersifat multiyears), Dalam program ini, dapat dibentuk beberapa Pokja, seperti:
a.            Pokja Pendidikan Dasar, untuk kegiatan seperti: beasiswa anak SD & SMP, bantuan transportasi anak sekolah.
b.            Pokja Kesehatan Ibu-Anak, untuk kegiatan seperti: bantuan transportasi ibu hamil  dan bayinya menuju tempat layanan, pemberian makanan tambahan untuk bayi  atau balita gizi buruk/ kurang dan ibu hamil.
c.             Pokja Dukungan Layanan dan penyuluhan, untuk kegiatan honor atau transportasi guru tidak tetap (guru honorer), transportasi bidan dan penyuluhan pendidikan atau kesehatan.
Pembentukan Pokja dilakukan dengan memperhatikan jenis-jenis kegiatan yang diusulkan dari desa-desa. Kegiatan dari desa-desa yang sejenis atau relevan dijadikan satu Pokja sebagaimana di atas.  Jenis pokja dan pengurus yang akan ditetapkan dibahas dan dipilih pada saat Musyawarah Antar Desa. Masing-masing Pokja, minimal terdiri dari 3 orang yang berasal dari unsur: TPMD, FD/ KPMD, Komite Sekolah, Kader Kesehatan (Kader Posyandu), Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan. Tugas pokok Pokja adalah mencairkan dana BLM  dari rekening kolektif UPK dan menyalurkan ke Pelaksana Kegiatan di desa-desa. Untuk kepentingan pencairan dana, maka masing-masing pokja dapat membuka rekening dengan spesimen tanda tangan: wakil pokja, UPK, FK (selama masih program) dan/atau tokoh masyarakat yang dipilih di MAD. Rekening pokja disimpan di kantor UPK.
Saat ini 3 komponen Pokja tersebut sudah terbentuk  pada saat MAD Alokasi Dana dan Lokakarya PNPM generasi Sehat dan Cerdas hanya saja eksistensi Pokja belum nampak karena selain BLM belum cair, juga kapasitas personil Pokja yang masih sangat terbatas dalam memahami Konsep PNPM generasi dan Tupoksi detail mereka sebagai anggota Pokja.

Maka untuk peningkatan kapasitas tersebut, PNPM GSC melakukan Pelatihan Kelompok Kerja (Pokja) PNPM generasi” pada masing-masing kecamatan yaitu 3 orang. Adapun tujuan dari pelatian ini adalah agar :
  1. Tim Kelompok Kerja (Pokja) paham dan mengerti tentang Tupoksi dan Tanggung Jawabnya
  2. Tim Kelompok Kerja (Pokja) paham tentang  Konsepsi PNPM Generasi Sehat dan Cerdas
  3. Tim Kelompok Kerja (Pokja) paham tentang tatacara pencairan dan penyaluran BLM PNPM Generasi Sehat dan Cerdas
  4. Tim Kelompok Kerja (Pokja) mengetahui tentang Penilaian Keberhasilan dan Sistim Penilaian (skoring) Indikator keberhasilan
  5. Tim Kelompok Kerja (Pokja) mampu menyalurkan dana BLM PNPM Generasi Sehat dan Cerdas secara efektif dan tepat sasaran
  6. Tim Kelompok Kerja (Pokja)  mampu memotivasi semua pihak tentang pentingnya transparansi
  7. Tim Kelompok Kerja (Pokja) mampu membentuk Posko Bersama Kesehatan dan Pendidikan, sebagai wadah Konsultasi dan Advokasi di tingkat kecamatan.
  8. Tim kelompok Kerja (Pokja) mampu menyusun RKTL penyaluran BLM Generasi Sehat dan Cerdas.

Kegiatan pelatihan POKja ini bertepatan juga dengan pelaksanaan pelatihan Pendamping Lokalnya yaitu dilaksanakan 2 hari mulai dari Senin-Selasa, tanggal 15-16 April 2013 di Gedung darma wanita kabupaten Dompu. Sedangkan kegiatan pelatihan ini difasilitasi oleh Fasilitator keuangan (Faskeu) dan beberapa fasilitator Kecamatan (FK).*EN

Pelatihan Pendamping Lokal PNPM - GSC


PNPM GSC merupakan Program Integrasi dari PNPM MPd sebelumnya. Program ini merupakan Program dari Bank Dunia. Untuk mendukung percepatan pencapaian MDGs Tahun 2015 maka Bank Duni merancang Program Baru melalui PNPM ini untuk mempercepat pencapaian 2 aspek yaitu pendidikan dan kesehatan.
Selain itu juga PNPM GSC membantu mendorong dan melengkapi dan meningkatkan kualitas perencanaan dan kegiatan bidang pendidikan dan kesehatan, Mendukung penegakan prinsip dan ketentuan  PNPM Mp serta Memperkuat implementasi penguatan kapasitas dan kelembagaan desa.
 Maka  dalam rangka Mempersiapkan SDM Pendamping Lokal (PL) di tingkat Kecamatan yang ada di kabupaten Dompu, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) khususnya GSC yang pada Tahun ke 3 ini baru masuk di 2 Kabupaten yaitu Bima dan Dompu. Maka pada tahap awal-awal ini PNPM GSC di KAbupaten Dompu melakukan kegiatan penguatan kapasitas Pendamping Lokal agar mereka dapat memfasilitasi proses pelaksanaan dan pengelolaan PNPM Generasi di kecamatan masing-masing.
 Melalui kegiatan pelatihan yang di adakan di Gedung PKK Kab.Dompu pada Tanggal 15-16 April 2013 ini PL diharapkan dapat menguasai dan memahami beberapa hal penting antara lain :
–     Apa sebenarnya PNPM GSC itu melalui pendalaman Konsep dan Tujuan PNPM Generasi
–     Bagaimana Substansi Kesehatan Ibu dan Anak
–     Bagaimana Substansi Wajib Belajar 9 tahun
–     Tehnik fasilitasi sosialisasi program
–     Tehnik fasilitasi perencanaan program
–     Tehnik pendampingan program
–     Pengelolaan administrasi , keuangan , dan pelaporan keprograman
 Kegiatan Pelatihan ini difasilitasi langsung oleh Fasilitator Kabupaten (Faskab) dan  Fasilitator Kecamatan (FK) dari Program PNPM GSC.*EN

PLAN Indonesia Dompu Menggelar Pelatihan Restorative Justice untuk KPAD


Dalam rangka Mengoptimalkan upaya Perlindungan terhadap anak, khususnya anak yang berhadapan dengan Hukum, PLAN International Dompu menggelar  Pelatihan Restorative Justice untuk menjamin keterlibatan Masyarakat dalam upaya perlindungan anak bagi 13 Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD) dampingan PLAN. Pelatihan ini di gelar selama 3 hari,9 – 11 April 2013 yang bertempat di Puma Bungallow Lakey Dompu.
“Restorasi Justice ini sangat Efektif di terapkan pada semua level kehidupan masyarakat, tidak hanya pada kasus anak yang berhadapan dengan hokum, karena melalui Restorasi Justice, persoalan yang terjadi akan di upayakan terselesaikan pada tingkat warga, Jika Persoalan yang bisa terselesaikan pada tingkat warga, maka kita bisa bayangkan bagaimana perdamaian akan tercipta dan lebih jauh lagi, restorasi justice ini akan mampu menekan pengeluaran Negara dalam pembiayaan terhadap proses peradilan dan Penahanan,” Ungkap Hatta Usman, PUM PLAN International Dompu.
Pelatihan ini di Fasilitasi oleh Distia Anggriani dari Lembaga Advokasi Anak Bandung, serta di ikuti oleh 13 KPAD yang tersebar di 13 Desa dampingan PLAN dan Perwakilan dari P2TP2A Kabupaten Dompu. Karena Pelatihan ini mengangkat Persoalan yang memang secara sadar maupun tidak sadar terjadi di tengah masyarakat, maka antusiasme peserta dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dan semangatnya peserta mengikuti tahap demi tahap Pelatihan yang di laksanakan.
”Pasal 1 Konvensi Hak-hak Anak menyebutkan:Anak adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 tahun kecuali berdasarkan perundang-undangan yang berlaku untuk anak-anak , kedewasaan dapat berlaku lebih cepat. Dan Pasal 1 angka 1 UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan:Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan” Jelas Psikolog Anti Andry Purwanti yang juga Hadir sebagai Pemateri.
“Perlindungan Anak adalah setiap upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menangani terjadinya segala bentuk tindak kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah” Tambah Cukul Murni, selaku Koordinator pada pelatihan ini.
Pelatihan ini Merekomendasikan beberapa Hal, diantaranya, KPAD selaku elemen pemerhati di tingkat desa harus bisa mensosialisasikan UU perlindungan anak pada masyarakat Luas serta Membangun kerjasama dan kesepahaman dengan banyak Pihak seperti Pemerintah desa, Kepolisian, Babinsa, Depag dan yang lainnya untuk mengupayakan agar anak sebagai penerus cita-cita bangsa ini dapat tumbuh dan berkembang dengan nyaman dan tentunya menjadi tugas semua pihak untuk memastikan tumbuh dan kembang anak senantiasa melalui Jalan yang baik dan penuh kreasi Positif.*EN

Minggu, 10 Maret 2013

“Ramah IT dan Safety Riding”


Dalam rangka penyebarluasan informasi serta pengenalan Teknologi Informasi
kepada pelajar di masing-masing kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika bersama Komunitas Kampung Media melakukan kegiatan Bimbingan Teknologi/Ceramah Ke Sekolah yang berada di Kabupaten/Kota Se-NTB untuk kesekian kalinya karena agenda ini merupakan agenda rutin KAmpung Media yang dilaksanakan 1 kali setahunnya.

Kegiatan yang mempunyai tema “Ramah IT dan Safety Riding” ini bertujuan untuk mendorong kemampuan siswa/pelajar SMA/SMP dalam menggunakan Teknologi Informasi yang sehat sehingga dapat meningkatkan budaya bertutur menjadi budaya menulis dan mengenalkan kepada siswa tentang berkendara yang aman.

Kegiatan yang di adakan di Gedung Samakai KAbupaten Dompu untuk Kabupaten Dompu dihadiri oleh pelajar dari berbagai sekolah antara lain siswa/siswi SMAN 1 Dompu, SMKN 1 Dompu, dll. Kegiatan ini juga sempat di hadiri dan di buka langsung oleh Gubernur Provinsi NTB DR.KH.M.Zainul Majdi,MA. Dan dalam sambutannya beliau menekankan dalam menyambut IT yang semakin hari semakin berkembang ini dibutuhkan generasi muda yang handal dan kreatif. dan menghimbau agar membiasakan diri Menulis Apa Yang Dipikirkan dan Memikirkan apa yang dituliskan tersebut melalui media IT yang semakin canggih ini seperti melalui Blog, website dll. Karena dalam internet ada banyak hal positif yang bias dipelajari, dan internet merupakan gudang ilmu.(EN)


Sabtu, 11 Agustus 2012

Kebersamaan Di Bulan Ramadhan


Musholla yang terletak di Dusun Mumbu Desa Mumbu ini setiap sore sampai malam sangat ramai. Karena pada buLan Ramadhan ini Remaja Masjid Desa mengisi dengan berbagai Lomba-lomba, antara lain Lomba adzan, Lomba Ceramah/Kultum, Lomba Baca Ayat-ayat pendek, dll. Adapun pesertanya adalah berasal dari segala tingkat : ada kelas untuk TK dan SD, tingkat SMP dan SMA, bahkan tingkat Dewasa dan orang Tua.
Hampir separuh dari warga Dusun mumbu dan Dusun MEkar sari ini turut berpartisipasi dan terlibat dalam Lomba ini. Lebih kurang 200 pesertanya. Suasana yang tercipta begitu hangat, ramai dan kadang membuat tertawa oleh beberapa kejadian dan peristiwa yang terjadi. Diantaranya ada yang sampai gemetaran serta lari  sembunyi pada saat giliran namanya sudah di panggil. Hal ini juga disebabkan karena ada yang terbiasa adzan sampai pada yang baru belajar sekalipun. Peserta yang terlibat pun selain dari segi umur juga dari beragam profesi yang ada di Desa, mulai dari petani, kepala RT, tukang Ojek, buruh, dll.
Kebersamaan ini sungguh sangat sederhana terasa apalagi di Bulan Ramadhan Ini. Kerukunan dan kebersamaan antar sesama warga dusun begitu terlihat. Bahkan Kepala Desa beserta  sekretaris desa kerap bertandang ke Mushola Dusun Mumbu ini setiap maLamnya.

Kamis, 09 Agustus 2012

Musyawarah Penentuan Lokasi Sholat Idul Fitri


Terlihat suasana akrab mewarnai jajaran Pemerintah Desa Mumbu Kec.Woja pagi ini,,hari ini kebetulan saya berkunjung dalam rangka silaturahmi dengan Pemerintah Desa Mumbu, bertepatan juga dengan Pemerintah Desa sedang melakukan mUsyawarah dengan staf, kepala dusun, BPD, LPM, dan lain-lain. (Foto : Kepala Desa – Tengah, Sekdes-Kiri, dan Ketua BPD-kanan) terkait tempat pelaksanaan Sholat Ied. walaupun Idul Fitri masih 2 Minggu Lagi.

Agenda pertemuannya antara lain membahas beberapa hal antara lain tentang himbauan Bupati Dompu khusus kepada Desa Mumbu agar menempatkan di Satu titik atau local tempat pelaksanaan Idul Fitri untuk tahun ini karena setelah di ketahui bahwa selama ini tempat Sholat iednya banyak di beberapa titik karena mengingat dusunnya yang jauh2. Dan dari hasil rapat dengan masing masing kepala dusun ada yang berpendapat bahwa mereka ingin tetap seperti kebiasaan yang lama tahun – tahun sebelumnnya karena mengingat tempatnya yang jauh dan tidak adanya transportasi umum, karena jarak dusun terutama Dusun Tonda dan Embung sangat jauh dari jalan raya umum serta banyak ke khawatiran lain dari kepala Dusunnya seperti masalah keamanan Dusun yang ditinggalkan pada saat Melaksanakan Sholat ied, dan ada juga yang berpendapat lebih bagus disatukan karena lebih banyak orang lebih bagus dan ramai serta bisa bersilaturahmi dengan warga dusun – dusun yang lain di satu tempat saja. Pendapat yang ingin sengaja. Adanya beda pendapat ini tidak lantas membuat suasana rebut dan panas tetapi malah dijadikan candaan oleh masing-masing kepala dusun untuk saling mengolok “kenapa harus tinggal di tempat yang jauh”, dll.
Dan keputusan untuk satu tempat atau tidak, belum bias disepakati karena kepala dusun Embung meminta waktu dulu untuk mendiskusikan dengan warganya, kalau mereka juga siap maka akan segera di komunikasikan kembali dan sebaliknya kalaupun tidak maka semua warga harus menghargai beberapa dusun yang tidak bisa bergabung pelaksanaan sholat idul fitrinya. EN

Pemetaan OMS di Kabupaten Dompu


Yappika yaitu salah satu LSM Nasional didukung oleh ACCESS Phase II - AusAID rencananya dalam beberapa Bulan kedepan akan melakukan penilaian terhadap situasi masyarakat sipil di 16 kabupaten/kota wilayah kerja ACCESS Phase II melalui kegiatan Lokakarya Indeks Masyarakat Sipil (IMS) salah satunya adalah Kabupaten Dompu. Namun sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, Yappika akan melakukan serangkaian kegiatan penggalian data dan informasi (penelitian), yang hasilnya  untuk memperkuat pemahaman peserta Lokakarya atas situasi dan dinamika masyarakat sipil ditinjau dari berbagai sumber data.
Dan Workshop Pemetaan OMS (Organisasi Masyarakat Sipil) adalah salah satunya. Kegiatan Workshop pemetaan OMS dikabupaten Dompu dilaksanakan di Aula pertemuan Kantor LPMP Dompu tepatnya di Kelurahan Montabaru selama 2 hari yaitu dari tanggal Selasa-rabu, 7 – 8 Agustus 2012. Kegiatan ini merupakan salah satu dari sumber data yang langsung digali dari lapangan. Hasil workshop pemetaan OMS ini nantinya akan dimanfaatkan dalam Lokakarya IMS  untuk melengkapi gambaran mengenai keberadaan OMS di kabupaten dompu dan sejauh mana pengaruhnya pada perubahan yang terjadi di kabupaten Dompu serta interrelasi di antara OMS. Hasil pemetaan OMS juga tidak dimaksudkan untuk menampilkan prestasi di antara OMS. Perbedaan posisi OMS dalam pemetaan lebih mencerminkan perbedaan dalam hal strategi (pilihan) organisasi yang bersangkutan.
Kegiatan selama 2 hari ini difasilitasi Oleh Bapak Safriatna, yaitu salah satu Aktifis LSM juga tepatnya yaitu dari SOLUD BIMA, Riat nama panggilan akrabnya dari Fasilitator ini mengatakan bahwa beliau sedang membantu Yappika untuk memperlancar proses kegiatan ini khususnya di 2 kabupaten yaitu masing-masing Kab.Bima dan Kab.Dompu. adapun tujuan dari kegiatan ini berdasarkan penjelasan fasilitator adalah untuk Menggali /menyajikan data tentang keberadaan, keberagaman, keterwakilan, interelasi dan kerja-kerja masyarakat sipil dalam mempengaruhi kebijakan untuk mendukung data Lokakarya IMS kabupaten. Sehingga nantinya pada sesi akhir di hari ke 2 akan ada atau menghasilkan Peta relasi OMS yang menggambarkan mengenai keberadaan dan keberagaman OMS kabupaten dompu, keterwakilan warga dalam OMS serta interrelasi di antara OMS di kabupaten Dompu, Peta kekuatan OMS dalam mempengaruhi kebijakan publik yang menggambarkan posisi OMS terkait dengan kerja-kerjanya mempengaruhi kebijakan publik.
Adapun Peserta yang mengikuti kegiatan workshop ini berjumlah 15 orang dan pastinya memahami dinamika masyarakat sipil yang berkembang di kabupaten, Mewakili salah satu spektrum OMS baik itu berasal dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten, dan tentunya aktif sebagai pegiat dalam organisasinya. Yang berasal dari Organisasi berbasis keagamaan, Kelompok pedagang, Organisasi perempuan, Organisasi pemuda, LSM yang bekerja pada keaksaraan, pelayanan kesehatan dan pelayanan social, Organisasi advokasi dalam ruang lingkup civic education, social justice, HAM, kelompok pengguna layanan publik, dan lain sebagainya, Asosiasi-asosiasi dari kelompok yang termarjinalkan secara sosial ekonomi seperti orang miskin, gelandangan, imigran dan pengungsi, Asosiasi-asosiasi kesehatan dan pelayanan sosial. (contoh: pengumpulan donasi publik untuk pelayanan/penelitian kesehatan, asosiasi warga yang tidak mampu secara fisik), Organisasi professional dan bisnis. (contoh: kamar-kamar dagang, asosiasi professional), Organisasi komunitas (contoh: asosiasi desa/kampung, komite-komite lingkungan tempat tinggal), Asosiasi/kelompok tingkat komunitas (contoh: perkumpulan kematian, asosiasi orang-orang tua, kelompok swadaya), OMS yang peduli pada isu ekonomi, Organisasi/asosiasi etnis/tradisional, OMS lingkungan, OMS sosial dan kebudayaan, Organisasi pendukung/federasi/jaringan OMS,.
Dan yang hadir antara lain dari LPMP, LESPEL, YBC, LenSA NTB, FP2KK, LP2DPM, organisasi pemuda (KNPI), YSP, Sambirio, Media (RRI), Forpemkas, KPI, DPA Kab, Forum Mahasiswa, dan ada juga dari Kader Posyandu.EN

 
Free Web Hosting | Top Web Host