Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Agustus 2010

PENYULUHAN LINGKUNGAN SEHAT


Kemarin, Rabu 4 Agustus 2010 Kelurahan Montabaru Kec, Woja Kab. Dompu Kedatangan tamu yaitu Tim PU Propinsi NTB dan Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Denpasar yang melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan serta pengawasan kualitas lingkungan sehat Perumahan Se-Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2010. Masing – masing hanya 1 Desa/ Kelurahan yang ditunjuk/ direkomendasikan oleh Kabupaten/ Kota dan untuk Kabupaten Dompu hanya di Kelurahan Montabaru.

Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Montabaru Kec. Woja Kab. Dompu kegiatan ini berlangsung dengan baik dan dihadiri berbagai unsur. masyarakat, Tokoh Warga, Tim PKK, Karang Taruna, LPM, BPD, Dinas Kimpraswil Kabupaten, BAPPEDA dan Litbang, dll termasuk beberapa anggota Kampung Media Ncuhi Riwo.

Adapun output dari kegiatan ini adalah tentunya agar masyarakat mengetahui bagaimana prinsip pembangunan rumah yang sederhana dan layak huni dan terjangkau. Dan memenuhi standart ventilasi, penerangan, saluran pembuangan air hujan, penyediaan air minum, sumur yang sehat, sumber air baku, kamar mandi dan MCK, pembuangan air kotor, jalan lingkungan dan penataan jalan ideal serta pengelolaan sampah yang baik.
Selain itu juga melalui kesempatan ini Pemerintah Propinsi NTB dengan PU Propinsi memperkenalkan dan mensosialisasikan pembangunan rumah tahan gempa, pengenalan kayu kelapa sebagai bahan bangunan serta diverisifikasi bambu sebagai alternative bahan bangunan selain kayu juga bagaimana memilih bahan bangunan.

Jumat, 21 Mei 2010

KPU Dompu Gelar Bintek Pemungutan Suara PemiluKada

Ncuhi Riwo –
Komisi pemilihan umum (KPU) Dompu kemarin menggelar bimbingan tehnis pemungutan penghitungan dan rekapitulasi suara bagi PPK dan PPS pemilu Bupati dan Wakil Bupati Dompu tahun 2010 untuk wilayah Kecamatan Kempo dan Kecamatan Pekat di Aula Gedung PKK.
Bintek dihadiri puluhan peserta dari seluruh anggota PPK dan PPS se Kecamatan Kempo dan Kecamatan Pekat. Turut hadir maman SH, divisi hukum KPU dan Sri Rahmawati, SE divisi logistic KPU Dompu.
Acara Bintek dibuka oleh Maman, SH selaku divisi Hukum KPU Kab Dompu.
Dalam sambutannya Maman mengatakan, acara dilakukan dalam rangka penyelenggarakan Pemilu Kada 2010 7 Juni 2010. Untuk menyukseskan Pemilu Kada 2010, dengan harapan pelaksanaan Pemilu kada 2010 dapat berjalan aman, lancar, dan tertib. “Selaku penyelenggara pemilu, kita di harapkan dapat memegang asas-asas hukum, serta kode etik yang ada, karena segala sesuatunya nanti di selesaikan dengan perarturan hukum yang berlaku. ”kata Maman.
Kepada anggota PPK dan PPS, Maman meminta, untuk tetap menjaga netralitas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta dapat memahami segala aturan tentang penyelenggaraan Pemilu kada. “Segala peraturan harus di pahami, dan kalau bisa untuk di baca, serta di pelajari, “Ingat Maman.
Selain itu, kata Maman, PPK dan PPS harus bisa menempatkan diri dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan ihklas tanpa paksaan. Oleh karena itu, segala pekerjaan yang akan kita lakukan secara ikhlas maka segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.
Sementara Sri Rahmawati, SE divisi logistic KPU Dompu, dalam pemaparanya, mengatakan, Bintek bertujuan untuk menyamakan presepsi visi dan misi dalam penyelenggaraan Pemilu Kada Bupati dan Wakil Bupati Dompu. “Bila diantara kita belum ada yang memahami dan mengerti, maka kita dapat belajar bersama-sama. “Tandas Rahma.
Bintek yang diselenggarakan KPU ini, tidak hanya berlangsung di gedung PKK tapi juga berlangsung di Gedung Sarana Kegiatan Belajar-SKB Dompu. Bintek tersebut, pesertanya anggota PPK dan PPS untuk Kecamatan Woja dan Kecamatan Kilo. Bintek di buka langsung oleh Ketua KPU Dompu, Erfan Taufan, SE dan Ir. Rusdianto divisi penyelenggara pemilu KPU Kab Dompu. (aip/poer)

DPRD Dompu, Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Visi Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Dompu

Ncuhi riwo -
Sidang paripurna Dewan Kabupaten Dompu, dalam penyampaian visi misi calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu tahun 2010-2015, Jum’at (21/5) kemarin digelar di ruang rapat utama gedung DPRD Dompu. Dari ke 7 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlaga dalam pemilukada Dompu 7 Juni mendatang, hanya saja dalam penyampaian visi – misi tersebut salah satu calon Bupati nomor urut 2 Edi Hermansyah SH berhalangan hadir karena sakit dan hanya di wakili oleh calon Wakil yakni Bupati Badrun Anggrat.
Rapat paripurna penyampaian visi misi calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu, dihadiri ratusan pendukung masing-masing pasangan calon serta Pimpinan Partai pengusung. Hadir juga, sejumlah muspida, Sekda Dompu, Drs. H. Zainal Arifin Hir, Kepala Kantor, Dinas dan Badan di Lingkup Pemda Dompu serta anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu dan Ketua Panwas Dompu. Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Dompu, Drs H. Hidayat Ali.
Wakil Ketua DPRD Dompu Drs H Hidayat Ali, dalam sambutan singkatnya membacakan tatib agenda rapat paripurna penyampaian visi misi calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu periode 2010-201. Dikatakan, penyampaian Visi dan Misi oleh para pasangan tersebut di batasi, masing-masing calon Bupati dan Wakil Bupati diberi waktu menyampaikan visi dan misinya sekitar 20 menit dan disampaikan secara bergilir sesuai nomor urut yang di tetapkan KPU.
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu yang mendapat giliran pertama menyampaikan visi misinya, yakni, H. Syaifurrahman Salman, SE dengan Drs. H. Gaziamansyuri, MAP. Visi pasangan ini, yakni, menginginkan Dompu yang maju melalui peningkatan sumber daya manusia dan pengembangan agribisnis dalam lingkungan masyarakat yang berbudaya, sejahtera dan religious. Sementara misinya, diantaranya, peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan mutu kehidupan social budaya,peningkatan supremasi hukum dan pengembangan kehidupan politik di daerah, peningkatan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Adapun visi misi pasangan nomor urut 2 Eddy Hermansyah, SH dan Badrun Anggrat, diantaranya, visi dalam rangka pembangunan daerah Dompu adalah menuju Dompu Bahagia, Tujuan tersebut terwujud melalui proses pembelajaran dalam arti las dan berkesinambungan, artinya tidak hanya terwujud pendidikan formal oleh peserta didik dalam usia sekolah, melainkan di laksankan oleh segenap masyarakat agar kehidupan hari ini lebih baik dengan kemarin dan hari esok lebih baik dengan hari ini.
Sementara Misinya, yakni, masyarakat dalam memperoleh informasi yang bermanfaat untuk menumbuhkan kreatifitas dalam menanggapi peluang yang berkaitan dengan peningkatan taraf hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Menyertakan warga masyarakat (membangun partisipasi aktif) dalam mekanisme pengambilan kebijakan dan pelaksanaannya terutama program yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Sementara pasangan nomor urut 3 Drs. H. Bambang M. Yasin dan Ir. H. Syamsudin, MM, dalam penyampaian Visinya, terwujudnya masyarakat Dompu yang mandiri dan religious. Misinya Menumbuhkan ekonomi berbasis sumber daya local, dan mengembangkan investasi dengan mengedepankan prinsip pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku usaha. Mengembangkan masyarakat yang religious, berahlak mulia, berbudaya, menghormati sesame Meningkatkan pelayanan pendididkan dan kesehatan gratis yang berkeadilan, terjangkau, dan berkualitas Melakukan percepatan pembangunan infrastruktur daerah dan strategis.
Pasangan nomor urut 4 Ir. H. Eddy Wahyudin, MBA, dengan Drs. Diaul Anhar H. Anas Visinya, Terwujudnya kehidupan masyarakat Dompu yang tinggi derajatnya, makmur, dan berakhlakul karimah. misinya Membangun bersama organisasi social, politik, dan birokrasi yang kuat menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa Membangun bersama maasyarakat Dompu yang mandiri membangun bersama prestasi masyarakat Dompu. Membangun bersama semangat ukhuwah / persaudaraan dalam masyarakat, sebagai modal dasar terciptanya suasana kehidupan yang nyaman, tertib, indah, kompak, dan aman.
Sementara pasangan nomor 5 Drs. H. M. Amin, MM dengan H. Didi Wahyudi, SE, visinya. Terwujudnya masyarakat Dompu yang maju, mandiri, dan religious dengan di nafasi semangat “Mbolo Weki”. Rumusan tersebut mengandung makna Maju, Mandiri, dan Religius. Misinya Meningkatkan kemampuan dan keadilan ekonomi Mengembangkan pendididkan dan tehnologi yang bermutu dan berorientasi pasar Peningkatan derajat kesehatan masyarakat Mengembangkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan public. Meningkatkan upaya penegakkan hukum dan Kamtibnas. Meningkatkan pengelolaan dan pelestarian SDA dan lingkungan.
Pasangan nomor urut 6 H. Syamsuddin MK dengan H. Sanusi H. Hamzah, S.Sos, Visinya, Terwujudnya pemerintahan yang bersih, adil, dan bertanggungjawab dalam mengemban dan mengelola sumber daya manusia, sumber daya ekonomi, dan sumber daya alam yang dilandasi semangat Nggahi Rawi Pahu menuju terciptanya masyarakat Dompu yang mandiri, sejahtera dan religious.Misinya, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin, mandiri, dalam suasana aman dan damai. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, berdaya saing, inovatif berdasarkan iman dan taqwa Mengoptimalkan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan Meningkatkan pelayanan public dan aparatur yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Menegakan supremasi hukum dan hak asasi manusia.Meningkatkan pertumbuhan wilayah dan pemerataan pembangunan Kota dan Desa.
Sementara pasangan terakhir yang menyampaikan visi misnya, yakni nomor 7 Pasangan Arifin Ibrahim, SE dengan Drs. M. Nurdin AR, Visinya, membangun masyarakat Dompu yang jujur, cerdas, maju, mandiri, berkepribadian, sejahtera, cinta tanah air, bernuasa religious, dinafasi semangat Nggahi Rawi Pahu.Misinya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing dalam kompetisi dengan membangun lembaga pendidikan yang bermutu, terjangkau, dan berkepribadian. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan pelestarian lingkungan hidup, membangun ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dan membuka peluang investasi,Memperluas kesempatan berusaha dan membuka lapangan kerja.Penegakan hukum dan HAM, memantapkan system politk yang demokratis menciptakan keamanan yang kondusif, mempercepat reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.
Paripurna dengan agenda penyampaian visi misi calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu berakhir pukul 12.00 Wita, sempat terjadi interupsi yang dilakukan anggota Dewan Kurnia Ramadhan SE, terkait Tanya jawab dan dialog dalam agenda penyampaian visi misi tersebut. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pimpinan sidang. (pur/rif)

Minggu, 07 Maret 2010

DBD Mulai Mewabah di Dompu, Dua orang Meninggal Dunia





Kegiatan Foging yang dilakukan di Kelurahan Montabaru Kecamatan Woja minggu (07/03). kegiatan Foging baru dilakukan setelah ada yang positif DBD














Mawarni 6 tahun warga Desa Bara Kecamatan Woja Dompu yang meninggal akibat DBD jumat (05/03)








Ncuhi Riwo Dompu – Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Dompu kini mulai mewabah, dalam beberapa pekan terakhir, puluhan orang yang dinyatakan Positif menderita DBD dirawat di Rumah Sakit Umum Dompu. Sementara itu dalam dua hari terakhir dua orang penderita DBD meninggal dunia.
Kedua korban DBD yang meninggal dunia tersebut yakni Wahyuda 6 tahun warga Kelurahan Montabaru Kecamatan Woja, serta Mawarni 6 tahun warga Desa bara Kecamatan woja Dompu. Wahyuda meninggal pada hari sabtu (06/03) kemarin sekitar pukul 17.00 Wita, sementara Mawarni meninggal pada hari jumat (05/03) lalu sekitar pukul 03.30 Wita, kedua korban penderita DBD tersebut meninggal di Rumah Sakit Umum Dompu setelah mendapat perawatan pihak Rumah sakit.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Dompu, karena selain puluhan orang yang positif DBD, sudah hampir 50 orang lainnya menderita penyakit yang mengarah ke DBD atau sudah suspek, meskipun sabagian lainya sudah dinyatakan sembuh,“dalam dua hari terakhir ini ada 6 orang yang dinyatakan positif DBD, dua orang diataranya meninggal dunia, sementara 4 orang lainya tengah mendapat perawatan intensif di Rumah sakit Umum, satu diantaranya yakni Dilan 7 tahun sekarng masih kritis, dan masih di ruangan ICU” jelas Anwar sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu.
Anwar mengatakan saat ini pihaknya sedang intens melakukan pencegahan agar nyamuk yang sangat membahayakan tersebut tidak terjangkit pada warga, mulai dari melakukan Foging serta sosialisasi pada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan maupun tempat tinggal, karena nyamuk DBD sangat rawan pada daerah – daerah yang kondisi lingkungan yang tidak sehat, “saat ini kami terus berupaya melakukan foging di daerah – daerah yang sudah terjangkit DBD, karena aturannya kita baru akan melakukan foging setelah dalam suatu daerah sudah ada yang positif DBD” jelas Anwar pada Kampung media saat melakukan Foging di Kelurahan Montabaru.
Dikatakan Anwar Foging bukanlah cara ampuh untuk terhindar dari Demam Berdarah karena memang foging hanya untuk pencegahan agar nyamuk tidak meluas, “cara yang sangat ampuh dalam mengatasi terjangkitnya DBD itu yakni dengan Abate serta 3 M plus, kalau foging ini sifatnya hanya mencegah agar tidak mewabah saja” katanya.
Labih jauh Anwar menuturkan bahwa di Kabupaten Dompu terdapat sepuluh Desa yang dinyatakan terdapat pasien positive DBD.Sejumlah Desa maupun Kelurahan yang dimaksud yakni Desa O’o, Keluarahan Dorotangga, Desa Lepadi, Kelurahan Potu, Kelurahan bada, Kelurahan Karijawa, Kelurahan Simpasai, Kelurahan kandai II, Kelurahan Montabaru serta Desa Bara.
Selain melakukan foging pihak Dikes juga akan segera mengerahkan pegawai Puskesmas di masing – masing Daeran untuk melakukan goto royong dalam hal kebersihan lingkungan, “besok mulai hari senen (08/03) akan mengerahkan pegawai puskesmas yang dibantu oleh pihak kelurahan maupun Desa untuk melakukan gotong royong kebersihan di masing – masing Desa dan Kelurahan” ujar Anwar.
Atas kejadian ini lanjut Anwar sangat diharapkan yakni partisipasi aktif masyarakat sendiri dalam hal menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, serta dihimbau agar tetap rutin melakukan 3 M plus, “jentik nyamuk DBD sangat mudah menempati tempat – tempat yang lembab serta di air yang tidak mengalir, seperti tempayan, bak mandi dan lain sebagainya” harapnya.
Ditambahkan Anwar hingga saat ini pihaknya masih belum bisa semaksimal mungkin untuk melakukan berbagai upaya untuk hal yang dimaksud, karena pihak Dikes sendiri masih terkendala anggaran, hari minggu (07/03) Dinas Kesahatan kabupaten Dompu telah melakukan Foging di Desa bara dan Kelurahan Montabaru. “meskipun saat ini kami masih terkendala masalah dana akan tetapi kami akan terus berupaya dan berusaha semaksimal mungkin agar DBD tidak meluas” katanya. *purnawansyah*

Sabtu, 06 Maret 2010

Dua Bocah Gizi Buruk di Dompu

Nurratun 7 bulan pasien Gizi buruk dalam gendongan sang nenek

Sahrir 3 tahun pasien Gizi Buruk yang dengan berat bada 5 kg dalam gendongan Neneknya














Ncuhi Riwo Dompu - Nasib malang dialami dua bocah di Dusun Serakapi Desa Saneo Kecamatan Woja Dompu, dengan kondisi tubuh yang kurus kerempeng dan perut membucit serta berat badan yang tidak ideal mengharuskan mereka tetap berada pada gendongan sang ibu, bagaimana tidak tubuh kedua anak yang menderita Gizi buruk ini sangatlah tidak bisa untuk duduk sendiri.

Sahrir 3 tahun serta Nuratun 7 bulan, kedua bocah tersebut sudah lama menderita penyakit tersebut, lantara kemiskinan yang dialami sehingga pola makan sehat tak mampu mereka lakukan, orang tua kedua penderita Gizi Buruk (marasmus) tersebut hanyalah buruh tani yang tiap harinya bekerja dari tempat yang satu ke tempat yang lain, tempat dimana mereka bisa mendapatkan upah demi keberlangsungan hidupnya.

Nuratun putri pasangan suami Istri Kibitiah dan Anwar, sudah menderita gizi buruk sejak 5 bulan terakhir, selama ini Kibitiah hanya mampu memberikan makan apa adanya pada si buah hati, karena untuk mendapatkan makanan yang sehat buat sang anak mereka tidak mampu, “selama ini hanya beri asi saja, ya kalau ada uang saya beli bubur untuk anak“ jelas Kibitiah pada kampung media.

Berat badan Nuratun sangat tidak seimbang dengan usia bayi seusianya, bayangkan saja di usianya yang sudah tujuh bulan hanya memiliki berat badan 3,8 ons. Sewaktu dilahirkan Nuratun lahir dalam keadaan normal dengan berat badan 3,5 kg, “waktu lahir berat badan anak saya itu 3,5 kilo, trus anak saya mulai sakit sejak umur dua bulan, batuk – batuk, demam, trus sesak napas, sampai sekarang ini“ ujar Ibu satu anak ini.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kibitiah beserta suaminya namun lagi – lagi karena kendala biaya, usaha mereka untuk menyembuhkan anak pertama hasil pernikahanya satu tahun silam tersebut kandas, selama ini anaknya hanya mapu diobati di puskesmas terdekat, “selama ini hanya memeriksa ke puskesmas saja, dan dipuskesmas menganjurkan untuk di rujuk kerumah sakit, tapi kami tidak punya biaya“ keluhnya seraya menambahkan jika mereka pernah diberikan bantuan oleh pihak puskesmas berupa bubur untuk sang buah hatinya.

Sementara itu yang sangat memprihatinkan lagi yakni kondisi Sahrir, selain mengalami gizi buruk Sahrir (3 tahun) juga menderita kelainan pada tubuhnya dengan kondisi Kepala yang membesar serta tulang dadanya yang membekak, kondisi tersebut telah lama dirasakan oleh Sahrir. Berat badan Sahrir sangat tidak sesuai dengan berat badan anak di usianya, sahrir dengan umurnya seperti itu hanya memiliki berat badan 5 kg saja.

Hal yang membuat hati terenyuuh bagi yang melihatnya saat para rombongan wartawan serta Dinas Kesehatan meninjau sahrir, ternyata Sahrir tengah dibawa oleh neneknya ke ladang. Pihak Dikes yang sudah ingin melihat sang anak berkat informasi dari para kuli tinta itu langsung menyusul ke tempat dimana neneknya berladang, alangkah ironisnya, sang anak tersebut berada di tengah – tengah ladang di dalam sebuah gubuk reot, hal itu terpaksa dilakukan oleh sang nenek karena dirumah tidak ada yang menjaga si anak, karena ibunya pun harus bekerja jadi buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara ayahnya sudah lama meninggalkan Sahrir bersama ibunya, “saya terpaksa membawa cucu saya kesini pak, karena ibunya sudah pergi kerja jadi buruh tani, dirumah tidak ada yang jagain, kalau bapaknya sudah pergi lari sejak anaknya masih bayi“ ungkap Ramlah, sang nenek yang sudah tiga tahun setia menemani cucunya.

Hal yang sama juga dikatakan Ramlah, ketidak mampuan dalam biaya untuk pengobatan menjadi kendala yang cukup parah dalam usaha untuk penyembuhan Sahrir, bahkan sahrir sendiri sangat jarang diperiksakan ke Puskesmas apa lagi rumah sakit Umum itu tidak pernah dilakukan. Sementara kondisi Sahrir hingga saat ini masih mengalami batuk – batuk dan sesak napas yang cukup parah, “bagaimana mau kerumah sakit kita gak punya biaya, untuk makan sehari – hari ini sudah sangat sulit, sampai ibunya saja harus bekerja tiap hari untuk kebutuhan hidup“ ujar Ramlah dengan sedih.

Untuk kesembuhan sang cucu Ramlah sangat berharap bantuan dari pemerintah setempat untuk perawatan Sahrir, karena mengingat kondisi sahrir yang sudah sangat mengkhawatirkan, “kami tidak punya biaya untuk mengobati di rumah sakit, kami orang miskin yang tidak punya biaya, tolong bantu kami“ harap Ramlah.

Terhadap kondisi kedua anak tersebut pihak Dinas Kesehatan yang langsung menjenguk pasien dirumahnya masing - masing pada Jum’at (05/03) lalu, berinisiatif untuk langsung membawa kedua anak itu ke Rumah Sakit Umum Dompu guna mendapat perawatan Intensif, “hari ini juga anak – anak harus kami dibawa ke rumah sakit, mengingat kondisi kedua anak ini sangat memprihatinkan” kata Anwar sekretaris Dikes kabupaten Dompu.

Untuk biaya perawatan kedua bocah tersebut pihak Dikes akan berupaya semaksimal mungkin, meskipun Dikes sendiri dalam hal ini hanya akan membantu dalam hal uang tunggu yakni 15 ribu perhari untuk satu orang saja, mengingat anggaran untuk penanganan pasien Gizi buruk yang belum ada, “untuk perawatan di RSUD semua gratis, kami juga akan memberikan uang tunggu sebesar 15 ribu per hari untuk satu orang, meski saat ini belum ada anggarannya tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin” jelas Anwar. Uang tunggu itu sendiri merupakan anggara Dana Alokasi Umum (DAU).

Anwar mengaku sebelumnya pihak Dikes melalui Puskesmas setempat telah memberikan pelayanan terhadap kedua anak tersebut, namun pihak keluarga yang disarankan untuk berobat kerumah sakit tidak ada yang mau dengan alas an tidak memiliki biaya, “sebelumnya terhadap kedua anak ini, kami sudah memberikan pelayanan sesuai protap yang ada” katanya, sembari mempertegas kembali bahwa pihaknya akan membawa kedua anak itu ke RSUD, ”kedua pasien ini akan kami bawa ke RSUD untuk mendapat perawatan medis, mau ndak mau orang tuanya akan kami berikan pemahaman agar supaya anaknya mau dirawat” tegas Anwar. *Purnawansyah*

Rabu, 03 Maret 2010

Tak Hanya Air Yang Kotor, Sebagian Desa 3 Tahun Tidak Dapat Air PDAM.

Dompu - Penyaluran Air yang dilakukan oleh PDAM Kabupaten Dompu makin dikeluhkan oleh Warga, bagaimana tidak penyalurah air ini di nilai sangat merugikan warga masyarakat, di musim penghujan seperti ini air yang diharapkan Bersih akan tetapi harapan itu sirna, malah air keruh yang didapat. Lebih ironis lagi sejumlah Desa di kabupaten Dompu justeru mengalami nasib buruk, sudah hampir 3 tahun lamanya mereka tidak pernah tersalur Air dari PDAM, padahal air merupakan sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh warga.
Sejumlah Warga mengaku kondisi keruhnya air PDAM sudah sering kali terjadi di musim penghujan seperti ini, kondisi tersebut dikhawatirkan akan sangat membawa dampak penyakit bagi masyarakat, lebih – lebih diare dan Muntaber sangat rawan terjadi di kala musim hujan, karena memang mau gak mau masyarakat harus menggunakan Air dari PDAM untuk kebutuhan hidupnya sehari – hari, “mau gak mau kita harus memakai air PDAM untuk kebutuhan mencuci serta masak, sementara air yang disalurka oleh PDAM sendiri kotor” ujar Anggi warga Desa Matua Kecamatan Woja Dompu pada kampong media.
Diungkapkan Anggi, mereka terpaksa menggunakan Air keruh PDAM untuk kebutuhan sehari – hari, karena untuk mendapatkan air bersih, mereka harus mengeluarka biaya banyak, belum lagi tiap bulanya harus membayar biaya Air dari PDAM, “menjadi pelanggan di PDAM sama saja bohong, tiap bulan kita harus bayar air keruh, kadang tidak pernah tersalurkan juga, untuk apa menjadi pelanggan di PDAM kalau air jarang keluar, kotor, sementara kita masih beli air untuk kebutuhan memasak dan lainya” keluhnya.
Hal senada juga dikeluhakan Fiah warga Kelurahan Montabaru Kecamatan Woja, penyaluran air oleh PDAM dirasakan sangat merugikan warga, dalam beberapa bulan ini penyaluran air di Kelurahan tersebut sudah tidak pernah ada, akibatnya mereka harus mengambil air dari jarak yang jauh dari rumah mereka, sementara sejak musim penghujan seperti ini meski air PDAM tersalurkan namun hanya air yang penuh dengan Lumpur saja yang di dapati warga, “airnya kadang tersalurkan dimusim hujan seperti ini, tapi hanya air keruh saja yang kita dapat” keluhnya.

Dikatakan Fia, penyaluran air oleh PDAM yang seperti dirasakanya itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, “dimusim kemarau air tidak pernah ada, di musim hujan justeru air Lumpur yang kita dapat” lanjut Fia
Dengan keruhnya air tersebut warga masyarakat khawatir akan dampak yang akan dirasakan mereka, lebih – lebih dimusim penghujan seperti saat ini sangat rawan akan penyakit yang dengan sewaktu – waktu dapat menyerang masyarakat, seperti diare, Demam Berdarah Dengue, dan lainya.
Sementara itu beberapa Desa lain yang merasakan hancurnya pelayanan yang dilakukan oleh PDAM Dompu yakni Desa Baka Jaya serta Desa Nowa kecamatan Woja Dompu, selama hamper tiga tahun terakhir ini mereka tidak pernah mendapat air yang disalurkan oleh PDAM, padahal mereka merupakan pelanggan resmi PDAM. Untuk mengatasi kekeringan tersebut warga setempat harus membeli air bahkan harus mengambil air dari jarak yang letaknya sangat jauh dari pemukiman warga bahkan di desa – desa tetangga yang memiliki sumur.
Azhar Salah seorang warga yang ditemui kampung Media rabu 03/03 mengaku tidak adanya penyaluran air PDAM di desa tersebut sudah terjadi tiga setengah tahun lalu, hal tersebut sangat berdampat buruk bagi warga, “hampir tiga tahun lamanya kami menderita dengan tidak adanya penyaluran air dari PDAM, bayangkan saja untuk memenuhi kebutuhan hidup akan air, kami harus mengambil dari jarak yang sangat jauh, 3 hingga 5 Km jarak dari kampung kami, kalau tidak mampu ambil sendiri kami harus beli dari tukang ojek sebesar Rp. 3000,- per cirigennya” keluh Azhar. Pekerjaan buruk PDAM ini pun menjadi tanda Tanya besar bagi masyarakat, karena melirik potensi air yang ada di Kabupaten Dompu akan dirasa cukup untuk penyaluran air warga sekitar Kota Dompu, akan tetapi untuk kebutuhan air itu sendiri tidak pernah ada di desa tersebut. “kami menilai pekerjaan PDAM Dompu ini sangat buruk, padahal potensi air di dompu ini sangat mendukung” ujar Azhar.
Lanjut Azhar mengatakan warga setempat sangat berharap akan kepdulian pemerintah untuk menanggulangi krisis air di Desanya, meskipun sebelumnya pemerintah sendiri telah melakukan upaya dengan cara pengeboran di berbagai titik, akan tetapi hal itu tidak membuahkan hasil. Warga menilai langkah lain yang dirasakan akan pas untuk itu adalah penyaluran yang dilakukan oleh PDAM sebagaiman bisanya tahun sebelum terjadinya kemacetan akan penyaluran air oleh PDAM, “daerah sekitar Desa kami ini merupakan daerah yang dekat dengan gunung jadi akan susah untuk mendapakan air dengan cara pengeboran, dan kami rasa jalan satu – satunya adalah alirkan air melalui PDAM sepereti biasanya, kami juga heran kenapa air bisa macet seperti ini, padahal kami merupakan pelanggan tetap PDAM.
Lebih jauh Azhar menjelaskan kebutuhan akan air di Desa tersebut sangat menjadi prioritas mereka, karena memang mereka merasa sudah tidak mampu lagi untuk membeli air dan mengambil air yang jaraknya jauh dari perumahan warga,”Air merupakan sumber kehidupan, kami rasa lebih baik gak usah makan tanpa ikan dari pada tanpa air, untuk itu kami sangat berharap akan kepedulian pemerintah dalam menangani masalah penderitan rakyat ini” harapnya.
Lebih jauh Azhar yang mewakili warga Desa baka jaya berkeluh, penyaluran air oleh PDAM makin tidak jelas, padahal untuk perbaikan dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air, pengadaan meteran air, pengadaan bahan kimia untuk penjernihan air, administrasi dan lainya, oleh pemerintah sendiri telah menganggarkan uang sebesar 7,5 milyar, akan tetapi hasil dari pada itu tidak ada sama sekali, justru malah berdampak buruk bagi warga, “ini sudah jelas bobroknya pelayanan yang dilakukan oleh PDAM, padahal anggaran untuk perbaikan maupun pembangunan Instalasi Pengolahan air, dan lain sebagainya itu sudah di lakukan, tapi kok pelayananya malah seperti ini, di Desa kami air tidak ada, di Desa maupun Kelurahan lain meskipun ada tapi air keruh yang didapat, kami mohon pada pemerintah agar bisa melirik dan sesegera mungkin dilakukan penyaluran air di Desa kami, kalau ini tidak segera diatasi maka akan berdampak buruk bagi kehidupan warga” harapnya. *purnawansyah*

 
Free Web Hosting | Top Web Host