Kamis, 07 Juni 2012

Arena Futsal dan Hobi



Hobi bermain bola adalah merupakan hobi yang umum dikalangan kaum laki-laki terutama yang masih muda dan yang memiliki fisik yang kuat untuk olahraga ini. Bermain sepak bola biasanya menggunakan lapangan biasa dan bisa dimana saja selain di lapangan bola khusus. Warga, anak muda dan siswa-siswa biasanya menggunakan tempat kosong seperti halaman rumah, sawah, halaman sekolah, dan dimana saja untuk menyalurkan hobi bermain bolanya. Terutama anak-anak di Dompu khususya Kelurahan Montabaru sampai di pinggir sungai dan kuburan pun bisa jadi lapangan bola yang penting memiliki ruang kosong sedikit saja.
Akan tetapi Sekarang di kabupaten DOmpu tepatnya di Desa Matua Kec.Woja sudah ada Arena Untuk bermain sepak bola mini atau lebih dikenal dengan futsal. Banyak kalangan sekarang lebih memilih tempat baru di arena lapangan futsal ini untuk menyalurkan hobi bolanya. Bahkan karena sudah ada lapangan futsal semua kalangan pun ikut ramai-ramai bahkan instansi pemerintah sudah memiki semua jadwal bermain di arena ini. Dulu yang jarang dan tidak hobi sekalipun jadi hobi dengan adanya arena futsal ini, karena menurut mereka bermain futsal tentu lebih mudah dari pada main bola karena dari segi lapangan yang luas jarang bisa di jangkau oleh orang-orang yang tidak terlalu kuat fisiknya untuk melakukan olahraga sepak bola.

Dan Sekarang ini karena sedang maraknya olahraga futsal, baik bapak-bapak ataupun anak muda mungkin karena olahraga bola ini olahraga yang cukup terkenal di Internasional. Sekarang ini pun sudah banyak jenis lapangan yang digunakan ada yang mengunakan karpet karet, rumput sintetis dan bahkan ada yang menggunakan lantai semen biasa. Hal ini di manfaatkan betul oleh Pemilik Arena futsal ini yaitu Ir.Rasyidin untuk mengembangkan usaha ini, tempat futsal ini juga dilengkapi dengan semacam lesehan atau pondok makan yang menyediakan menu-menu khas Dompu. Tarif lapangan futsal ini terdiri dari 2 yaitu Jam 6 Pagi – 6 Sore adalah Rp.100.000,-/ Jam sedangkan Jam 7 malam – 12 malam Adalah Rp.125.000,-/ Jam.

HOBI FUTSAL



Hobi adalah suatu kegiatan yang disukai yang tumbuh otodidak ada didalam diri pribadi kita masing-masing. Hobi sangat berguna bagi obat kejenuhan kita, & dapat menghibur kita dalam kesidihan, selain itu hobi juga dapat membentuk karakter kita masing, baik dari karakter emosi, karakter seni, karakter bentuk tubuh, & segala karakter pribadi seseorang & juga mengembangkan imajinasi kita.
Hobi manusia itu bisa bermacam-macam, diantaranya seperti hobi di bidang olahraga, bidang komputer, bidang kesehatan, dll. Hobi di bidang olahraga tentunya setiap manusia tidak semuanya bisa menguasai jenis-jenis olahraga, ada yang hobi di olahraga basket, voli, sepakbola, senam, bahkan ada pula manusia yang hobi olahraga extreme seperti balap motor, balap mobil, selancar, skateboard, dll. Hobi di bidang komputer, tentunya orang tersebut tidak jauh dengan komputer dan terus meneliti tentang perkembangan di dunia komputer. Hobi di bidang kesehatan, biasanya hobi seperti ini didasari memiliki kemampuan biologis, karena biologi merupakan ilmu dasar mengenai suatu kesehatan.
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, futbol dan sala. Futsal memiliki peranan penting bagi perkembangan bakat pemain sepak bola. Contoh nyata seperti pesepak bola Brazil. Sebagian besar pemain top Brazil bermain futsal di masa kecilnya. Seperti Ronaldinho, Pele, Zico, Socrates, dan Bebeto. Berkat bermain futsal mereka bisa memiliki kelincahan, kecepatan dan intuisi yang sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar di lapangan.
Hampir setiap minggu saya menjalani hobi saya bermain futsal, baik sekedar latihan maupun sparing atau tanding dengan tim lain. Biasanya saya bermain bersama teman-teman dengan menyewa lapangan futsal Yang hanya satu-satunya ada Di Dompu. Biasanya kami bermain sekitar 1 hingga 2 jam, saya sangat senang menjalnani aktifitas tersebut karena selain hobi dengan futsal banyak manfaat yang saya dapatkan.
Jika dibandingkan dengan sepak bola, peraturan di Futsal jauh lebih ketat. Pemain dilarang melakukan sliding tackle (menjegal dari belakang) dan body charge (benturan badan), jadi pemain futsal bisa mengeluarkan kemampuan tekniknya tanpa takut dicederai lawan. Karena itu tidak ada salahnya mencoba olahraga futsal. Karena selain sebagai hiburan olahraga ini dapat meningkatkan kemampuan, kecerdasan, dan baik bagi kesehatan.
Ada beberapa faktor yang membantu pemain dalam mengembangkan kemampuan teknik bermain bola yang baik:
- Kecerdasan.
Disini perbedaan sepakbola dan futsal begitu terlihat. Di futsal seorang pemain dituntut bisa melakukan sebuah improvisasi dalam menghadapi masalah dalam bermain. Jadi secara spontan pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya. Futsal ini sangat ideal sebagai sarana mengembangkan intelegensi dalam bermain sepak bola.
- Keahlian Teknik.
Teknik lebih berperan dari tenaga dalam bermain futsal. Jika teknik yang dimiliki pemain tidak memenuhi syarat, pemain tidak bisa melepaskan diri dari pressing lawan. Kondisi ini membuat pemain mau tidak mau harus meningkatkan skill nya. Baik dalam hal kontrol bola, pergerakan dengan dan tanpa bola, footwork, passing, dribbling dan shooting.
- Total Football.
Di futsal, jumlah pemain yang sedikit membuat seluruh pemain bermain dengan total football. Jadi saat tim menyerang, tidak hanya pemain depan yang bekerja. Begitu pula saat bertahan, pemain depan juga turun membantu pertahanan. Maka dari itu, pemain futsal dituntut memiliki stamina yang prima, karena harus selalu bergerak.
- Kecepatan.
Ruang gerak yang sempit membuat aliran bola bergerak cepat diantara kaki pemain. Jadi pemain futsal dituntut untuk bermain cepat, baik dalam hal passing, gerak tipu dan shooting. Tentu hal ini menjadikan nilai lebih jika digunakan dalam bermain sepak bola lapangan besar.
- Hiburan.
Di Futsal terjadinya gol jauh lebih sering daripada di sepak bola. Dengan skill pemain yang tinggi, pergerakan bola yang cepat dan seringnya terjadi gol, maka futsal menjadi tontonan yang menyenangkan.

Senin, 04 Juni 2012

Menikmati Kekurangan dengan Hati



Jika dilihat dari sisi MAnusia, maka tidak ada manusia yang tidak menginginkan kesempurnaan. Bahwa dengan kesempurnaan yang dimilikinya, manusia bias melakukan aktivitas sebagai manusia yang kemudian aktivitas sebagai pengemban beban kemanusiaan baik bagi dirinya maupun bagi lingkungan sekitarnya. Berbicara factor manusia, maka tiada manusia yang memiliki Mimpi, mimpi yang dirajut dan diraih atas daya dan upaya untuk perwujudannya, orang bijak selalu berkata “Bermimpilah tiada Batas” dan Raih Mimpimu dengan Usaha dan kerja keras.Hakikat manusia adalah Berguna bagi manusia lainnya, dan MAnusia sempurna adalah manusia yang selalu dinantikan kehadirannya dan kepergiannya adalah kehilangan bagi sekelilingnya.
Perjuangan Hidup yang tak kalah menariknya di alami oleh Muhammad Irfan, Pemuda yang lahir  pada tahun 1991 ini yang memiliki tinggi badan 165 cm ini menapaki hidup dan pergaulan dengan sangat santai dan selalu ingin menjadi bagian dari lingkungannya. Siapa sangka, dengan segala keterbatasannya Irfan punya Cita-cita menjadi Pilot, namun keterbatasan ekonomi keluarganya lah yang mengandaskan cita-cita luar biasa tersebut. Hanya dengan bahasa Isyarat, dia berkomunikasi dengan sekelilingnya, bahkan dengan ke-bisu-annya pun dia lihai menulis huruf demi huruf yang kemudian merangkainya menjadi kalimat sebagaimana kalimat yang dituliskan oleh anak sekolahan seusianya, awalnya dia hanya bisa menulis mengukuti kalimat atau kata yang dilihatnya, namun mungkin karena kebiasaanya yang selalu membaca dengan suara Bisu nyalah yang membuat dia hafal pada abjad serta angka yang ada, padahal jika diliat pada masa kanak-kanak sampai pada remajanya, dia tidak pernah menduduki bangku Sekolah, baik sekolah umum, maupun sekolah khusus bagi orang yang memiliki kekurangan seperti dia.
Berawal dari kecintaannya pada Pesawat terbang, diumur 9 tahun dia mencoba membuat pesawat dengan alat sekadarnya. Dengan gabus, papan, Lem, Kertas dan Dinamo kecil, akhirnya dia berhasil menciptakan mainannya sendiri berupa pesawat yang bisa bergerak, lalu kemudian dengan kreasinya pun dia berhasil membuat kapal mainan yang bisa bergerak menantang arus parit depan rumahnya, sejak saat itu, orang-orang tua yang kekuarangan uang untuk membeli maina anaknya pun banyak yang memesan kapal air buatannya hanya dengan biaya Rp. 2000,-.  Sejak saat itulah irfan punya kesibukan yaitu membuat mainan kapal-kapalan, mobil-mobilan dan sejenisnya, dan sungguh luar biasa, dari kreasinya itulah dia bisa sedikit membantu ekonomi orang tuanya.Seiring dengan berjalannya waktu, irfan pun tidak hanya memiliki hoby membuat mainan ber-dinamo, namun dia juga mencoba hal lain yaitu membongkar barang-barang elektronik seperti Televisi, Dispencer, Ricecooker, radio, tape dan sejenisnya, dan tidak sedikit barang elektronik milik tetangganya yang rusak pun berhasil di perbaikinya.
Sejalan dengan semakin canggihnya dunia teknologi, bakat Otodidak irfan melirik  HP sebagai pilihan utama keahliannya. Berawal dari mencoba perbaiki HP kakaknya  yang rusak, irfan pun mulai mempelajari sendiri apa dan bagaimana sistim kerja HP beserta komponen di dalamnya, beberapa HP milik Kakak dan teman-temannya pun menjadi b ahan eksperimennya, yang pada akhirnya sampai pada saat ini dia bisa memperbaiki kerusakan HP dengan segala Merk dan Type, walaupun dengan bantuan alat sederhana, tidak sedikit HP yang berhasil diperbaikinya menggunakan sparepart buatannya sendiri. Yang menakjubkan adalah, dia tidak memasang tariff khusus untuk setiap kerusakan HP atau barang elektronik yang diperbaikinya, ketika di Tanya berapa tarifnya, maka dia hanya akan menjawabnya dengan senyuman, dia hanya akan menerima Imbalan seikhlasny saja, beberapa batang rokok dengan segala merk pun cukup baginya.
Suatu saat, irfan medapat pertanyaan dari teman sebayanya “Kenapa memilih memperbaiki Barang elektronik dengan bayaran yang tidak menentu..???”, dengan bahasa Isyaratnya, dia Menjawab “Hanya dengan cara itulah saya bisa punya banyak teman, dan saya sangat menikmatinya”.
Sampai saat ini, Pemuda yang sangat mengidolakan Agnes Monica inipun masih saja memiliki harapan untuk bisa  jadi pilot atau setidaknya bisa berada dalam pesawat, walau tidak sebagai Pilot, dan untuk mewujudkan Cita-citanya ini pun Irfan Punya Tabungan yang setiap hari diisinya dengan angka rupiah yang tidak menentu, dan terkadang juga menjadi penyelemat ketika dia kepepet karena tidak ada uang untuk membeli Rokok Surya 12 kesukaannya.Menikmati Kekurangan dengan Hati
Jika dilihat dari sisi MAnusia, maka tidak ada manusia yang tidak menginginkan kesempurnaan. Bahwa dengan kesempurnaan yang dimilikinya, manusia bias melakukan aktivitas sebagai manusia yang kemudian aktivitas sebagai pengemban beban kemanusiaan baik bagi dirinya maupun bagi lingkungan sekitarnya. Berbicara factor manusia, maka tiada manusia yang memiliki Mimpi, mimpi yang dirajut dan diraih atas daya dan upaya untuk perwujudannya, orang bijak selalu berkata “Bermimpilah tiada Batas” dan Raih Mimpimu dengan Usaha dan kerja keras.Hakikat manusia adalah Berguna bagi manusia lainnya, dan MAnusia sempurna adalah manusia yang selalu dinantikan kehadirannya dan kepergiannya adalah kehilangan bagi sekelilingnya.
Perjuangan Hidup yang tak kalah menariknya di alami oleh Muhammad Irfan, Pemuda yang lahir  pada tahun 1991 ini yang memiliki tinggi badan 165 cm ini menapaki hidup dan pergaulan dengan sangat santai dan selalu ingin menjadi bagian dari lingkungannya. Siapa sangka, dengan segala keterbatasannya Irfan punya Cita-cita menjadi Pilot, namun keterbatasan ekonomi keluarganya lah yang mengandaskan cita-cita luar biasa tersebut. Hanya dengan bahasa Isyarat, dia berkomunikasi dengan sekelilingnya, bahkan dengan ke-bisu-annya pun dia lihai menulis huruf demi huruf yang kemudian merangkainya menjadi kalimat sebagaimana kalimat yang dituliskan oleh anak sekolahan seusianya, awalnya dia hanya bisa menulis mengukuti kalimat atau kata yang dilihatnya, namun mungkin karena kebiasaanya yang selalu membaca dengan suara Bisu nyalah yang membuat dia hafal pada abjad serta angka yang ada, padahal jika diliat pada masa kanak-kanak sampai pada remajanya, dia tidak pernah menduduki bangku Sekolah, baik sekolah umum, maupun sekolah khusus bagi orang yang memiliki kekurangan seperti dia.
Berawal dari kecintaannya pada Pesawat terbang, diumur 9 tahun dia mencoba membuat pesawat dengan alat sekadarnya. Dengan gabus, papan, Lem, Kertas dan Dinamo kecil, akhirnya dia berhasil menciptakan mainannya sendiri berupa pesawat yang bisa bergerak, lalu kemudian dengan kreasinya pun dia berhasil membuat kapal mainan yang bisa bergerak menantang arus parit depan rumahnya, sejak saat itu, orang-orang tua yang kekuarangan uang untuk membeli maina anaknya pun banyak yang memesan kapal air buatannya hanya dengan biaya Rp. 2000,-.  Sejak saat itulah irfan punya kesibukan yaitu membuat mainan kapal-kapalan, mobil-mobilan dan sejenisnya, dan sungguh luar biasa, dari kreasinya itulah dia bisa sedikit membantu ekonomi orang tuanya.Seiring dengan berjalannya waktu, irfan pun tidak hanya memiliki hoby membuat mainan ber-dinamo, namun dia juga mencoba hal lain yaitu membongkar barang-barang elektronik seperti Televisi, Dispencer, Ricecooker, radio, tape dan sejenisnya, dan tidak sedikit barang elektronik milik tetangganya yang rusak pun berhasil di perbaikinya.
Sejalan dengan semakin canggihnya dunia teknologi, bakat Otodidak irfan melirik  HP sebagai pilihan utama keahliannya. Berawal dari mencoba perbaiki HP kakaknya  yang rusak, irfan pun mulai mempelajari sendiri apa dan bagaimana sistim kerja HP beserta komponen di dalamnya, beberapa HP milik Kakak dan teman-temannya pun menjadi b ahan eksperimennya, yang pada akhirnya sampai pada saat ini dia bisa memperbaiki kerusakan HP dengan segala Merk dan Type, walaupun dengan bantuan alat sederhana, tidak sedikit HP yang berhasil diperbaikinya menggunakan sparepart buatannya sendiri. Yang menakjubkan adalah, dia tidak memasang tariff khusus untuk setiap kerusakan HP atau barang elektronik yang diperbaikinya, ketika di Tanya berapa tarifnya, maka dia hanya akan menjawabnya dengan senyuman, dia hanya akan menerima Imbalan seikhlasny saja, beberapa batang rokok dengan segala merk pun cukup baginya.
Suatu saat, irfan medapat pertanyaan dari teman sebayanya “Kenapa memilih memperbaiki Barang elektronik dengan bayaran yang tidak menentu..???”, dengan bahasa Isyaratnya, dia Menjawab “Hanya dengan cara itulah saya bisa punya banyak teman, dan saya sangat menikmatinya”.
Sampai saat ini, Pemuda yang sangat mengidolakan Agnes Monica inipun masih saja memiliki harapan untuk bisa  jadi pilot atau setidaknya bisa berada dalam pesawat, walau tidak sebagai Pilot, dan untuk mewujudkan Cita-citanya ini pun Irfan Punya Tabungan yang setiap hari diisinya dengan angka rupiah yang tidak menentu, dan terkadang juga menjadi penyelemat ketika dia kepepet karena tidak ada uang untuk membeli Rokok Surya 12 kesukaannya.

Kamis, 26 April 2012

Desa Matua Melakukan Pemilihan KPM Desa


Dalam rangka mendukung Program Pendataan dan Pemetaan Potensi Sosial Ekonomi Desa yaitu Program Pemerintah Daerah Dompu dalam hal ini leading sectornya adalah  Bappeda Dan Litbang KAb. Dompu dengan bermitra dengan beberapa LSM LOkal di Dompu sebagaimana  yang sudah disosialisasikan sebelumnya oleh Bappeda Dompu, bahwa untuk melakukan kegiatan ini tentunya membutuhkan dukungan dan partitipasi dari warga masyarakat setempat. Oleh karena itu guna mensukseskan dan mendukung kelancaran program ini sebagaimana diuraikan pada acara sosialisasi program sebelumnya bahwa setiap Desa/ Kelurahan wajib memiliki KPM sebagai Kader Desa yang akan membantu Pemerintah Desa untuk melakukan pendataan dan update informasi di Desa.
Dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan di desa dan kelurahan maka dibutuhkan sifat partisipatif yang didukung oleh faktor penggerak dari dalam masyarakat itu sendiri (inner will). Untuk menggerakkan prakarsa, partisipasi dan swadaya gotong-royong masyarakat maka dibutuhkan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) sebagai mitra mandiri sekaligus fasilitator Pemerintahan Desa dan Kelurahan serta segenap organisasi kemasyarakatan. Keberadaan KPM diharapkan akan mampu mengoptimalkan kegiatan pengkajian potensi masalah dan pendataan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelestarian sekaligus pengendalian pembangunan. Keberadaan KPM juga dimaksudkan sebagai upaya kaderisasi pemimpin dan pioneer pemberdayaan potensi lokal melalui penumbuhkembangan kewirausahaan terutama di kalangan generasi muda agar mereka mampu bekerja dan mengabdi di desa dan kelurahannya dalam rangka mengatasi pengangguran dan tingkat urbanisasi yang tinggi karena terbatasnya lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja baik di desa maupun kelurahan.
Maka pada hari Kamis Tanggal 26 April 2012 Desa Matua Kec.Woja melakukan pertemuan untuk memilih Kader Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini difasilitasi oleh Tenaga Ahli Tingkat Kabupaten dan juga dibantu oleh Fasilitator Desa MAtua dalam hal ini saudara Sahril. Dalam penjelasannya diuraikan bahwa syarat-syarat untuk menjadi KPM adalah harus  warga Desa Matua itu sendiri, mau berbuat dan membantu untuk membangun Desa secara sukarela dan yang paling penting bahwa yang akan menjadi KPM nantinya 4 orang adalah harus ada unsur perempuan minimal 2 perempuan dan 2 laki-laki, lebih bagus lagi 3 perempuan atau semuanya perempuan.
Setelah proses penjelasan awal dilakukan maka musyawarah untuk mendapatkan atau menentukan 4 orang KPM tersebut berlangsung alot dank arena hanya ada 1 perempuan yang memenuhi syarat maka disepakatilah bahwa 1 perempuan tersebut yaitu atas anam Astuti Mariani ditetapkan sebagi KPM, akan tetapi kesepakatan pun belum final karena masih membutuhkan 3 orang lagi dan disepakati 2 laki dan 2 perempuan, oleh karena itu maka alternative terakhir yang dilakukan adalah Voting untuk menentukan 2 orang laki-laki tersebut, dari 4 calon KPM laki-laki yang ikut mencalonkan diri maka yang terpilih adalah saudara Eko Permadi dan Budi Rahman, SE. Sedangkan 1 orang lagi perempuannya adalah disepakati dari Dusun Buncu Selatan saudari Neneng Khaerunisa, S.Si, walaupun tidak hadir pada musyawarah ini tetapi masayrakat sepakat karena berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain sesuai dengan syarat KPM adalah mampu mengoperasikan computer juga memenuhi keterwakilan masing-masing Dusun di Desa Matua.EN 

Senin, 23 April 2012

Perbedaan dan Aksi kekerasan


Perbedaan atau keragaman adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima sebagai hukum alam atau dalam bahasa agama sering disebut sunnatullah. Perbedaan atau keragaman akan selalu menghiasi setiap derap langkah kehidupan kita. Sebagai konsekuensi (akibat yang harus diterima) dari adanya keragaman adalah adanya peluang terjadinya pertentangan atau konflik yang senantiasa dapat terjadi setiap saat dan hanya waktulah yang akan menentukannya. Pertentangan atau konflik apapun bentuknya hanya akan mendatangkan kesengsaraan, terutama orang-orang yang terlibat dalam lingkaran tersebut. Akibat dari konflik yang ada, ketakutan dan perasaan was-was akan tetap menjadi bayangan yang menakutkan. Sudah berapa juta nyawa yang melayang sia-sia, berapa banyak harta benda yang hancur, dan pernahkah terbayang dalam benak kita masing-masing betapa sedih, pilu dan sakitnya perasaan ketika orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita, harta benda yang kita sayangi hancur, hanya karena pertikaian yang sebenarnya tidak jelas ujung pangkalnya. Orang-orang besar sering menjadikan kita sebagai obyek kepentingan mereka, sehingga tanpa sadar kita sering masuk dalam perangkap mereka. Dengan mengangkat permasalahan agama, suku, ras atau yang lainnya, kita selalu merasa dipihak yang paling benar dan berhak menghakimi siapa saja yang tidak sependapat dengan kita, padahal kita sendiri tidak mengerti kebenaran mana yang kita bela.
Maka ketika muncul problem sosial dalam bentuk konflik yang melibatkan sistem dan symbol simbol agama, ras, suku atau yang lainnya maka yang segera muncul adalah semangat yang meluap - luap dengan eksperesi yang sulit diben-dung, orang sudah kehilang-an akal jernihnya, dalam benak mereka hanya ada kata pembalasan dan peng-hancuran. Dalam kondisi demikian, duduk permasa-lahan yang sesung-guhnya dan alternafif-alternafif pemecahannya menjadi benang kusut yang kian sulit untuk diurai dan memerlukan perhatian dan energi yang besar untuk memecahkannya, karena antara isu-isu tersebut sangat terkait dengan masalah-masalah sosial.
Beberapa peradigma (cara pandang) ilmu sosial menyatakan bahwa konflik atau pertentangan adalah sesuatu yang sudah menjadi sifat dasar dari individu yang lalu kemudian diinternalisasikan (dimasukkan) dalam kepentingan sebuah komunitas sehingga konflik akan menjadi komoditas (obyek) politik kepentingan kesejahteraan manusia atau menjadi komoditas kepentigan "perut" para kaum Opportunist (orang-orang yang pintar memanfaatkan kesempatan), sekecil apapun konflik yang terjadi tanpa ada i'tikad baik untuk menyelesaikannya dari semua elemen atau unsur yang terlibat maka konflik kecil bisa menjadi konflik laten yang sewaktu-waktu bisa meledak dan meng-hancurkan tatanan kehi-dupan yang sudah ada. Penyelesaian konflik jawabannya terletak pada kemauan bersama untuk  mengkonkritkan atau memperjelas konflik tersebut menjadi "anarkhis" atau "musyawarah" diantara dua pilihan tersebut yang cenderung muncul dipermukaan adalah trend (idola/kesenangan pada suatu masa) "kekerasan" yang dijadikan alat untuk kepentigan golongan dan individu oleh kelompok-kelompok yang mengatas-namakan agama, ras, dan suku. Kecenderugan masyarakat terhadap kekerasan yang di bungkus dengan baju yang mengatasnamakan solidaritas telah melupakan nilai-nila kemanusiaan yang tertuang dalam tradisi-tradisi keagamaan yang mengajarkan tentang bagaimana menghargai perbedaan yang ada.
Nusa Tenggara Barat termasuk daerah yang rawan dengan konflik, hal ini terbukti dengan beberapa kejadian yang secara bertubi-tubi melanda Nusa Tenggara Barat seperti peristiwa pengrusakan tempat-tempat ibadah yang mengatasnamakan solidaritas agama. Sejarah kelabu yang terjadi diawal tahun baru tersebut merupakan catatan buram dalam sejarah kehidupan beragama kita, belum lagi dengan penghakiman massal yang dilakukan oleh oknum pamswakarsa terhadap jama'ah Ahmadiyah dan konflik-konflik lain yang telah banyak merenggut nyawa dan harta benda.
Upaya kearah rekonsiliasi dan persaudaraan sejati yang dilakukan selama ini masih terbatas pada ruang komunikasi antara penguasa dan masyarakat, sehingga masih meninggalkan luka yang begitu mendalam. Bahkan sampai hari ini masih terdengar riak-riak kearah konflik, karena masing-masing kita masih tertutup oleh ego dan kesombongan yang melingkari hati kita. Kita masih saja memandang sesama sebagai makhluk yang harus disingkirkan, apakah hanya karena perbedaan kepentingan dan secara kebetulan tidak sepaham dengan kita lalu berhak menghakimi siapa saja, padahal kalau kita semua mau berkaca pada ajaran agama, tidak ada satu ayatpun yang memerintahkan kita untuk saling membunuh apalagi terhadap saudara seagama. Tetapi mengapa kita selalu cenderung menuruti keinginan hawa nafsu yang merupakan bisikan syaitan.
Berangkat dari fenomena sosial kehidupan yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam kestabilan dan merusak nilai-nilai kemanusiaan, sebaiknya kita mau merenungi kembali ajaran agama dan nilai budaya agar kita bisa sedikit menahan diri dalam setiap langkah yang akan kita ambil.  Sikap saling terbuka antara sesama tanpa memandang dari agama, suku, atau ras apapun dia berasal, maka akan membuka ruang dialog yang akan menyadarkan kita semua, bahwa kita adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama, mempunyai hak dan martabat yang sama dan sangat tidak adil apabila antara yang satu dengan yang lain saling mencurigai. Dengan terbukanya ruang untuk berkomunikasi dan saling mengenal masalah yang dihadapi oleh orang lain maka kita bisa saling membantu mencari jalan keluar untuk masalah yang dihadapi.
Perbedaan yang ada jangan kita pandang sebagai pembatas kita berkomunikasi, namun harus kita lihat sebagai alat perekat untuk membina persaudaraan sejati. Konflik kekerasan apapun alasannya hanya akan mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan, kita masyarakat kecil yang dianggap tidak tahu apa-apa sering dijadikan sebagai komoditas atau obyek kepentingan mereka. Kalau kita sadar hal ini, konflik yang telah memakan banyak korban tidak akan pernah terulang kembali, biarlah konflik kekerasan yang terjadi baik yang mengatasnamakan agama, suku dan ras menjadi kenangan pahit yang harus kita kubur dalam-dalam. Saat ini, kita harus membatasi ruang gerak para kaum oportunis yang hanya mementingkan kepentingan perut sesaat, kita sudah bosan dijadikan sebagai korban kepentingan. Sikap selalu mawas diri mungkin hal terbaik yang tetap harus kita lakukan disaat situasi seperti ini.

Jumat, 20 April 2012

“LUPUS” PEnyakit Langka mulai dikenal Masyarakat


Hari Kamis Tanggal 19 April 2012 bertempat di Aula Gedung Pemuda KAbupaten Dompu beberapa pelajar, dan kaum perempuan di sekitar Kota Dompu beramai-ramai datang ke Gedung Pemuda dalam rangka mendengarkan sosialisasi Penyakit LAngka yaitu Penyakit LUPUS.
Kegiatan ini diadakan oleh Perempuan Pendaki Peduli Lupus Indonesia (P3L). dalam acara ini Ketua Yayasan Penyakit Lupus Indonesia mengungkapkan bahwa tujuan dari di adakannya sosialisasi ini adalah dalam rangka memperkenalkan apa itu penyakit LUPUS kepada seluruh masyarakat Indonesia. Karena banyak orang di Indonesia tidak mengetahui penyakit ini sehingga mereka beranggapan bahwa penyakit ini langka dan jumlah penderitanya sedikit. Padahal kenyataannya pasien penyakit ini cukup banyak dan semakin meningkat. Seperti di Kab. Dompu jumlah penderita lupus sudah 6 orang dan itu angka yang cukup tinggi.

Penyakit ini sesungguhnya dapat menyerang siapa saja dan jika tidak diketahui secara dini maka penyakit ini sama bahayanya dengan penyakit seperti kanker, dll. Maka dalam rangka sosialisasi ini Tiara mengungkapkan bahwa masyarakat bisa mengenali gejala penyakit ini antara lain : sakit pada sendi, demam berkepanjangan, rambut rontok, anemia, stroke, kejang san sariawan. Maka kalau ada gejala-gejala seperti itu dihimbau agar segera memeriksakan diri ke Dokter atau Rumah Sakit setempat.

Selasa, 17 April 2012

Jembatan Rasanggaro Rusak Lagi

Untuk kesekian kalinya dalam 2 tahun terakhir ini Jembatan Rasanggaro di Kelurahan Montabaru kini harus rusak lagi. Jembatan yang merupakan penghubung antara Kelurahan Montabaru dan Desa Matua merupakan jalur penghubung utama di Kabupaten Dompu. Dan merupakan jalur transportasi utama yang di Kabupaten Dompu yang menuju dan dari arah kabupaten Sumbawa, dll.  Akibat dari rusaknya jembatan ini akses bagi pengguna kendaraan beroda empat sangat kesulitan karena mereka harus berputar jalurnya melewati jalur alternative yang lebih jauh bila dibandingkan dengan jalur tersebut.
Sedangkan untuk sepeda motor masih bias lewat. Dan sekarang Jembatan ini kini sudah dipagari bambu untuk member tanda kepada pengguna jalan sampai pada upaya-upaya Pemerintah Kabupaten Dompu untuk segera memperbaiki Jembatan tersebut. EN

 
Free Web Hosting | Top Web Host