Senin, 19 Desember 2011

Petani Jagung Keluhkan Pupuk


Kelangkaan pupuk yang terjadi akhir-akhir  ini membuat petani jagung di kecamatan manggelewa resah, stok pupuk yang ada di setiap distributor terbatas dan tidak sesuai dengan luas areal tanam jagung tahun ini.

Menurut pengakuan para petani, terbatasnya stok pupuk tersebut tidak hanya terjadi pada tahun ini tetapi pada musim tanam tahun lalu juga pernah terjadi hal yang sama.

Dan akibat terjadinya kelangkaan ini petani jagung tidak dapat melakukan pemupukan jagung tepat pada waktunya dan mereka khawatir hal tsebut akan berimbas pada pertumbuhan tanaman jagung sehingga hasil prosuksinya akan menurun.

Para petani jagung secara umum dan khsususnya yang ada di kecamatan manggelewa berharap kepada Pemerintah khususnya Kabupaten Dompu agar dapat memperhatikan hal ini dan merasionalisasiakan luas areal anam dengan kebutuhan stok pupuk, karena jatah pupuk untuk kabupaten dompu selalu tidak sesuai dengan luas areal tanam.(WE)


Perayaan HUT BRI yang ke 116 di Dompu

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang TAhun (HUT) Bank BRI yang ke 116, BRI CAbang Dompu menggelar acara sunatan massal gratis di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Pelaksanaan acara HUT ini juga di dukung oleh Tim Pengggerak PKK dan Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu.

Sekitar lebih kurang 100 orang anak yang disunat ini juga selain mendapatkan pelayanan sunatan gratis mereka juga menerima paket bantuan alat sekolah berupa 1 buah tas sekolah, baju koko, dan 1 peci sedangkan anak perempuan diberikan masing-masing mukenah.

Kegiatan sunatan masal ini merupakan rangkaian dari beberapa acara yang digelar oleh Bank BRI dalam rangka HUTnya, antara lain kemarin juga telah dilaksanakan kegiatan penanaman 500 pohon, pelayanan dan pemeriksaaan kesehatan garatis kepada 500 pensiunan PNS. Dan kegiatan ini di dukung pula oleh Dinas Kehutanan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu.

Senin, 28 November 2011

PNPM-MPd Kab.Dompu Gelar Pelatihan Bagi Pengurus BKAD



Pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Pedesaan di Kabupaten Dompu memasuki sebuah paradigma baru dengan mengupayakan dan mengedepankan Peran dan fungsi pelaku di tingkatan Kecamatan dalam hal ini peran dari Badan Kerjasama Antar Desa atau (BKAD) dan kelembagaan lainnnya yang berada di bawah naungan BKAD baik itu BP-UPK, UPK, Tim Verifikasi, Tim Penyehat Pinjaman dan beberapa lembaga yang mendukung tata kelola kegiatan BKAD yang merupakan lembaga yang dibentuk sesuai dengan Peraturan pemerintah dan telah di undangkan.

Dalam upaya mendorong peran dan fungsi BKAD sebagai Lembaga local disetiap Kecamatan yang memiliki payung hokum yaitu :
  • UU No.32 Tahun 2014 tentang Pemerintah Desa, bagian ke enam mengenai kerjasama antar Desa
  • PP 72 dan 73 Tahun 2005 tentang Desa dan Kelurahan, bab tentang kerjasama antar desa
  • Surat Edaran MENDAGRI NO:414.2/1402/PMD Tahun 2001, tentang panduan fasilitasi pembentukan BKAD dan integrasinya dalam tahapan PNPM
  • PTO PNPM MPd


Maka kebutuhan adanya lembaga/ organisasi kerja dengan cakupan kegiatan antar desa, mampu mengelola system perencanaan partisipatif, asset produktif, program pembangunan masyarakat, kerjasama dengan pihak ketiga sebagai fungsinya, maka Selama 3 Hari PNPM Kabupaten Dompu mulai hari Sabtu s/d Senin, yaitu Tanggal 26 s/d 28 November 2011 bertempat di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Dompu melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengurus BKAD Se-Kabupaten Dompu. Hal ini dilakukan dalam rangka upaya menselaraskan kerja-kerja BKAD serta supaya ada sinergisitas setiap pelaku dengan aparatur pemerintah baik di tinkgatan desa hingga kecamatan.

Dalam pelatihan ini juga pengurus BKAD diberikan pemahaman dan Fungsi BKAD kedepan dalam pengelolaan dana di kecamatan baik berupa kegiatan sarana dan prasarana mauupun pengelolaan dan bergulir yang diperuntukkan Simpan Pinjam Perempuan yang dikelola oleh UPK. Peranan BKAD ang dituangkan dalam AD/ART menjadi acuan kedepan dalam pengelolaan dana di setiap kecamatan dan memuat aturan pendanaan operasional kegiatan bagai mendukung kelembagaan yang di atur sesuai kesepakatan sesuai “PTO” yang dikeluarkan oleh PNPM-MPd sebagai panduan kegiatan

Sabtu, 26 November 2011

Dompu RAih Penghargaan Kabupaten Sehat

aSerangkaian dengan menghadiri acara lokakarya yang diadakan oleh LESPEL Dompu sebagai salah satu Mitra Lokal ACCESS Phase II, Bupati Dompu dalam kesempatan itu memamerkan sekaligus memberikan informasi kepada peserta sekaligus menunjukkan langsung sebuah Tropi/ penghargaan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Penghargaan Kabupaten sehat atau Swasti Saba wiwerda, rupanya tahun 2011 ini berhasil menobatkan Kabupaten Dompu sebagai salah satu daerah penerima. Dan untuk Propinsi Nusa Tenggara Barat hanya ada 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, begitu keterangan dari beliau. Dan hal ini di dasarkan atas kategori capaian penilaian kabupaten sehat oleh pemerintah pusat, sesuai klasifikasi penilaian tertinggi.
Bupati Dompu, H. Bambang M.Yasin ketika dalam kesempatan lokakarya kemarin memberikan keterangan bahwa penghargaan itu diperoleh Pemkab Dompu  tentunya tidak lepas dari peran penting seluruh komponen masyarakat kabupaten Dompu terutama perangkat-perangkat kesehatan dan jaringan kerjanya.
Lebih lanjut H.Bambang M.Yasin mengutarakan, sesuai dengan ketentuannya penghargaan kabupaten sehat ini diberikan setiap 2 tahun sekali. Dimana perolehannya tidak  mudah dan perlu melalui capaian nilai tertinggi dari semua inidkator pencapaian bidang kesehatan. Yakni dilihat dari kondisi sautu wilayah yang bersih,nyaman aman dan sehat yang dihuni penduduknya dengan mengoptimlakna potensi ekonomi masy saling mendukung melalui koordinasi forum kecamatan dan perencanaan matang sampai ke tingkat desa.

Kamis, 24 November 2011

Lokakarya Sharing Pembelajaran Perencanaan dan Penganggaran

Kemarin (Rabu Tanggal 23 Oktober 2011), salah satu LSM Lokal yaitu LSM Mitra ACCESS Kabupaten Dompu (LESPEL) mengadakan acara Lokakarya pembelajaran Program penguatan perencanaan dan penganggaran pembangunan, juga melibatkan beberapa LSM Mitra ACCESS lain seperti LenSA NTB, LPMP Dompu, YBC, dan FP2KK.

Kegiatan yang diadakan di gedung Dharma Wanita Kab. Dompu tepatnya samping Pendopo Kab. Dompu ini melibatkan beberapa pihak antara lain : KPM (kader pemberdayaan Masyarakat) yang ada di Desa, OMS, NGO Lokal, Donor lain, PNPM, Plan Indonesia Dompu, Jurnalis, Kades, Camat, Dinas/ Instansi Terkait, juga dihadiri oleh Pihak Legislatif dan Eksekutif juga dihadiri langsung oleh Direktur ACCESS “Mr. Paul Boon serta Korprov NTB yaitu “Arief Mahmudi”.

Lokakarya ini tujuannya adalah dalam rangka sharing pembelajaran hasil program penguatan perencanaan dan penganggaran Desa yang sudah dicapai di 9 Desa yang ada di Kecamatan Pilot Project yaitu Kecamatan Manggelewa, dan kemudian harapannya hasil ini bisa dijadikan pembelajaran di Desa-desa yang lainnya di Kecamatan Dompu. Antara lain ada beberapa capaian yaitu :
  1. Data Aset dan Potensi Desa
  2. Data Klasifikasi Kesejahteraan Keluarga
  3. RPJM Desa
  4. Peta Sosial Desa
  5. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa

Selain untuk melakukan sharing pembelajaran tersebut, dalam lokakarya ini juga menghasilkan beberapa komitmen antara Pemerintah kabupaten Dompu dengan LSM Lokal Mitra ACCESS dan semua PIhak, bahwa Untuk Mewujudkan Dompu yang “MANGGINI, MANGGARI, MATAROA” dalam Pelaksanaan Pembangunan sesuai dengan Visi Tata Kepemerintahan Lokal Yang Demokratis (TKLD), yang di tanda tangani oleh RAFIUDDIN H.ANAS (Ketua DPRD Dompu),  H.BAMBANG M.YASIN (Bupati Dompu, dan Mr. PAUL BOON (ACCESS) :
1.      Dengan Semangat Nggahi Rawi Pahu, Kami secara Bersama-sama akan Mewujudkan Tata Kepemerintahan Lokal yang Demokratis sebagai Bentuk Kecintaan Kami terhadap Dompu serta sebagai Nilai yang harus dijunjung tinggi dalam Implementasi Kebijakan pada Tingkat Pemerintah.
2.      Menjalin Hubungan Komunikasi serta kerja sama yang berkesinambungan dengan berbagai Pihak sehingga Pembanguna Berjalan Maksimal atas Hasil Pemikiran Bersama antara Pemerintah dan Masyarakat Sipil.
3.      Menata Sistem Perencanaan dan Penganggaran Daerah yang Partisipatif baik Kuantitas maupun Kualitas keterlibatan warga, sehingga Menjamin Perencanaan dan Penganggaran yang di hasilkan adalah Dokumen yang berasal dari Perencanaan Warga yang di kolaborasikan dengan Perencanaan Pemerintah sebagai Pelaksana Pembangunan sesuai dengan prosedur aturan yang berlaku
4.      Menjadikan Desa sebagai Barometer pembangunan daerah dengan merealisasikan “Satu Desa Satu Rencana”
5.      Bekerja sama dengan NGO dan Elemen masyarakat Sipil lainnya untuk Melahirkan Data Masyarakat yang Akurat dengan Melakukan Proses-proses Pemetaan yang dapat menghasilkan dokumen Profil Desa, Peta Kesejahteraan Masyarakat serta Peta Sosial Desa sehingga Pemerintah dapat Mengambil langkah Strategis atas data yang ada.
6.      Mewujudkan Pelayanan Publik yang Maksimal bagi Warga sebagai Upaya dari Kewajiban Pemerintah untuk memenuhi Hak Warganya sebagai Warga negara yang berdaulat.
7.      Memaksimalkan Potensi Sumber daya Alam Dompu sebagai Asset yang berharga untuk menjaga keberlangsungan eksistensi Dompu dalam menjamin Pelestarian Alam dan Lingkungan
8.      Meningkatkan Kapasitas serta Semangat Kader Pemberdayaan Masyarakat sebagai Dinamisator Pembangunan Desa dalam rangka mendukung kerja-kerja Pemerintahan Desa sehingga Kemandirian Desa akan Terwujud atas Kerjasama antar warganya.
Demikian Komitmen bersama ini kami Buat sebagai Bentuk kecintaan terhadap Tanah Nggahi Rawi Pahu, Tanah Kita semua, Semoga Tuhan selalu membimbing kita untuk senantiasa Berpegangan Tangan dalam mewujudkan Dompu sebagaimana yang kita harapkan bersama.

Sharing : Kiat Merekam Proses Pertemuan




Apa itu rekaman proses?
Rekaman proses adalah deskripsi tertulis dari interaksi dinamis yang terjadi pada sebuah pertemuan. Rekaman proses yang baik dapat menggambarkan fakta, perasaan, pemantauan dan respon serta interaksi orang-orang yang terlibat dalam pertemuan.
Rekaman proses bukan transkrip. Berbeda dengan transkrip yang mencatat semua pernyataan dan kejadian yang ada dalam pertemuan, rekaman proses bersifat menyarikan isi pernyataan dan kejadian tersebut. Karenanya, rekaman proses biasanya singkat dan padat.

Bagaimana membuat rekaman proses yang efektif?
Berikut 10 tips singkat membuat rekaman proses yang efektif :

1. Hal pertama yang penting untuk dimiliki perekam proses: minat
Seperti halnya fasilitator, untuk menjadi seorang perekam proses harus memiliki minat yang kuat. Selama berjam-jam Anda akan berada di ruangan, mengikuti proses dengan seksama, tak ada yang boleh terlewatkan. Motivasi perekam proses adalah membantu peserta mudah menangkap apa yang menjadi proses, isi dan hasil pertemuan. 
2. Ketahui latar belakang dan alur pertemuan
Informasi tentang latar belakang dan agenda pertemuan akan memudahkan perekam proses memahami konteks pertemuan. Pastikan Anda tahu apa yang sedang atau akan dibuat sehingga Anda dapat membayangkan tulisan yang akan dibuat.
3. Cari lokasi tempat duduk yang strategis dan nyaman
Posisi menentukan luas pandang Anda. Carilah tempat di dalam ruangan, dimana Anda bisa mengamati seluruh peserta berikut fasilitatornya. Tapi jangan menarik perhatian apalagi sampai menghalangi pandangan peserta atau fasilitator. 
Posisi yang nyaman juga penting untuk mendukung kinerja Anda. Ingat, Anda cenderung statis selama pertemuan berlangsung. Perhatikan arah datangnya cahaya, atau hembusan pendingin ruangan.
4. Siapkan keperluan perekam proses selengkap mungkin
Pastikan segala keperluan Anda tesedia di meja atau di tempat lain yang ada dalam jangkauan Anda. Apabila Anda bekerja dengan laptop/ komputer, penting untuk memastikan sambungan kabel bekerja dengan baik dan menyediakan alat tulis dan kertas sebagai cadangan. Ada baiknya Anda menyiapkan sedikit penyegar untuk Anda sendiri, segelas air atau beberapa butir permen.
5. Buat kerangka tulisan sederhana berdasarkan pada agenda pertemuan
Jika memungkinkan, mintalah detail agenda dan jadwal pertemuan yang telah disiapkan oleh fasilitator. Buatlah outline tulisan dari agenda yang tercakup dalam satu hari. Outline ini akan membantu Anda melengkapi rekaman proses yang telah lewat dan memberikan gambaran rekaman proses yang akan terjadi.
6. Menyimak, menyimak dan menyimak
Simak dengan mata, telinga, dan sepenuh minat Anda. Hadirlah sepenuh diri untuk mengamati dan mendengar apa yang terjadi dalam pertemuan. Tulis, rekam apa yang terjadi pada saat itu, bukan berdasarkan pengetahuan atau pendapat Anda. 
7. Apa yang perlu ditulis?
Hal penting yang harus ditulis dalam rekaman proses adalah:
Tujuan sesi pertemuan; Fasilitator yang baik biasanya mengemukakan ini di awal pertemuan. Pastikan Anda mencatatnya kata per kata dengan baik sehingga di akhir rekaman proses nanti dapat dilihat apakah pertemuan berhasil mencapai tujuannya atau tidak
Pengantar sesi; Mengawali sesi pertemuan, terkadang fasilitator memberikan penjelasan mengenai pentingnya sesi, beberapa teori dasar, atauapa yang mendasari penentuan metode. Ini penting dicatat untuk membingkai konteks pertemuan.
Metode yang dilakukan; Catatlah tiap tahapan metode yang dilakukan oleh fasilitator, baik dalam bentuk pointer atau narasi singkat. Penting juga untuk mencatat tugas yang diberikan oleh fasilitator kepada peserta pertemuan.
Hasil diskusi; Catatlah setiap pertanyaan atau pernyataan yang keluar pada saat diskusi. Bisa dalam format siapa bicara apa. Atau, jika diskusi berjalan cepat, cukup tuliskan beberapa pertanyaan/pernyataan kunci yang menjadi sari diskusi. Jika format kedua yang digunakan, maka seluruh format kalimat dibuat dalam bentuk pasif 
8. Pergunakan waktu luang seefektif mungkin
Kemampuan menyimak Anda sudah pasti lebih cepat dari kemampuan Anda mencatat. Karena itu, ada baiknya untuk mencatat sementara poin-poin penting selama pertemuan. Kemudian, Anda dapat memperbaiki catatan Anda di waktu luang, saat peserta sedang mengerjakan tugas kelompok, atau pada saat mereka istirahat. Anda juga dapat melakukan konfirmasi kepada peserta pada waktu-waktu ini apabila ada pertanyaan/pernyataan yang belum ditangkap dengan jelas. Meskipun demikian, jangan lupa bahwa Anda juga butuh beristirahat sejenak.
9. Buat layout yang konsisten dan sederhana.
Rekaman proses yang dilayout dengan apik akan lebih menarik ketimbang hanya berupa lembaran kertas dengan bentuk huruf yang monoton. Ada baiknya Anda menyiapkan template layout rekaman proses yang sederhana. Perhatikan konsistensi desain layout, pilihan warna huruf bentuk huruf yang konsisten akan memudahkan dan menarik pembaca.
10. Selingan
Agar dinamika pertemuan dapat tertangkap lebih ‘hidup’ oleh pembaca rekaman proses (bahkan bagi pembaca yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut), perlu disisipkan kutipan, lelucon yang muncul atau celetukan segar yang keluar dalam pertemuan.

Rabu, 16 November 2011

PKK Propinsi NTB Gelar Road Show di Kelurahan Montabaru


Hari ini Rabu (16 Nov 2011), bertempat di Halaman Depan Kantor Kecamatan Woja yaitu tepatnya di Kelurahan MOntabaru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Tim Penggerak PKK Propinsi Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Road Show dalam rangka Hari Kesatuan Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga dan Keluarga Berencana (HKG PKK - KB). Dalam  acara ini dihadiri juga oleh BUpati Dompu H.Bambang M.Yasin, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dompu beserta Tim, pejabat dilingkup pemerintahan daerah Dompu, kelompok tani, kelompok simpan pinjam perempuan, warga masyarakat, dll.



Dan Bapak Bupati Dompu dalam sambutannya antara lain menyatakan berharap agar masyarakat terus mendukung program KB yang telah digalakkan oleh Pemerintah dalam upaya menekan pertumbuhan penduduk. karena melalui Program KB ini merupaka salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. melalui road show ini katanya merupakan salah satu upaya untuk membangun sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat khususnya di Kecamatan Woja dan Kabupaten Dompu secara umum untuk menjadi Aseptor KB secara mandiri maupun yang difasilitasi oleh pemerintah. dan kecamatan woja sebagai salah satu dari 3 Kecamatan pendukung untuk aseptor KB di Dompu dengan harapan mampu memotivasi pasangan usia subur untuk mau melakukan KB.

sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB yaitu Hj. Rabiatul Adawiah dalam sambutannya menyatakan program KB ini perlu disukseskan dalam rangka untuk mensejahterakan masyarakat, karena sampai saat ini masih banyak terjadi masalah yang dihadapi pemerintah diantaranya buta aksara, angka kematian ibu dan anak yang masih cukup tinggi, kesejahteraan masyarakat  yang belum maksimal. dan semua hal itu katanya berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia atau biasa dikenal IPM. oleh karena itu pemerintah mencanangkan program 3A yaitu Aksano, Adono, Akino dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Pada agenda road show ini juga menyediakan Pelayanan Aseptor KB gratis, sunatan masal putra dan putri, pelayanan kesehatan gratis, pemberian santunan untuk Lansia serta juga dirangkaikan dengan penjualan paket sembako murah yang di adakan oleh BRI.


selain beberapa pelayanan tersebut dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan beberapa bantuan dari Dinas/Instansi terkait untuk Kelompok tani, kelompok simpan pinjam perempuan, posyandu, dll. Bantuan ini diserahkan langsung oleh TIm Penggerak PKK Provinsi NTB, PKK Kabupaten, Bupati Dompu beserta pejabat-pejabat lain. Adapun beberapa jenis bantuannya antara lain :
1. Bantuan bibit pohon kelapa dari Dinas Perkebunan.
2. Bantuan bibit mahoni dari Dinas Kehutanan
3. Bantuan bibit ikan dari Dinas Perikanan dan kelautan
4. Bantuan bibit jagung dari Dinas Pertanian
5. Bantuan alat penunjang KB dari BPPKB
6. Makanan Pengganti ASI dari Dinas Kesehatan
7. Bantuan Simpan Pinjam Perempuan dari PNPM Mandiri
8. Bantuan Dana Posyandu dari BPMPD


tidak ketinggalan pula dalam acara road show ini juga ada dilakukan kegiatan pemasaran bersama produk2 hasil buatan lokal. ada madu, penganan dari mete, jagung, ubi, pisang, dll.

 
Free Web Hosting | Top Web Host