Rabu, 03 Maret 2010

Pemilu Kada, Satu Pasangan Balon Bupati Dianulir KPU

Ncuhi Riwo Dompu – Dari sembilan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftar di KPUD sejak tanggal 24 februari hingga 02 maret kemarin, satu pasangan bakal calon yakni pasangan Drs. H. kaimun – Nurdin AR dianulir keabsahan syarat pendaftaran pencalonannya oleh KPU dan telah dinyatakan gugur serta tidak bisa lagi mengikuti tahap selanjutnya. dikatakan gugur itu setelah pihak KPUD mengecek kembali berkas partai pendukung yang digunakan dalam pendaftaran pasangan yang dimaksud.

Dalam berkas yang diajukan saat mendaftar, pasangan Drs. H. Kaimun melampirkan dukungan partai tanpa ada rekomendasi atau tandatangan pimpinan partai yang dikatakan telah mengusung pasangan tersebut, dari 7 partai yang diajukan sebagai pendukung hanya satu partai saja yang telah memberikan rekomendasi untuk pengajuan Bakal calon, yakni Partai Damai Sejahtera. Sementara 6 partai lainya yakni Partai Merdeka, PAN, PKB, PMB, PKPB serta PDK yang juga dilampirkan dalam pendaftaran tidak ada tandatangan pimpinan partai.

Ketua KPUD Dompu Erfan Taufan kepada sejumlah Wartawan di Dompu rabu 03/03 menjelaskan, pembatalan berkas pendaftaran salah satu bakal calon yakni pasangan Drs. H. Kaimun – Nurdin AR itu karena keabsahan berkas pendaftaran dalam hal ini dukungan partai pengusung yang mereka bawa itu tidak sesuai dengan syarat pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2010 – 2015, “partai pengusung yang diajukan oleh pasangan ini (H. Kaimun red) itu tidak melampirkan berkas pengajuan, dalam hal ini partai pengusung tidak terdapat tandatangan pimpinan partai, dari 7 partai yang diajukan hanya 1 partai saja yang memiliki tanda tangan pimpinan partai” jelas Erfan.

Diakui Erfan saat pendaftaran pasangan bakal calon tersebut diterima berkas pendaftarannya, itu karena pengecekan pada saat penerimaan pendaftaran yang dilakukan oleh pihak KPUD terjadi kekeliruan dari dasar itu pulalah sehingga KPUD pun mengatan bahwa pasangan tersebut diterima berkas pencalonannya pada hari selasa 02/03 lalu “awalnya kami terima dokumen pendaftaran yang diajukan oleh pasangan H. Kaimun, akan tetapi setelah pendaftaran berakhir, kami cek kembali dokumennya ternyata, partai pengusung yang diajukan tidak memiliki tandatangan dari pimpinan partai dan itu pun hanya satu partai saja yang memenuhi syarat pengajuan berkasnya” ungkap Erfan.

Lebih jauh dikatakan Erfan ketentuan KPU, syarat pendaftaran oleh pasangan bakal calon itu harus memenuhi 15 persen suara sah atau 5 kursi parlemen, sementara berkas yang diajukan oleh pasangan H. Kaimun itu hanya terdapat 1 partai dan itu pun tidak memenuhi syarat pendaftaran, “karena sudah jelas tidak memenuhi syarat yang pasti pasangan H. Kaimun tidak bisa mengikuti tahap selanjutnya” jelasnya.

Terhadap permasalahan itu sendiri pihak KPUD telah melakukan pertemuan dengan pasangan bakal calon H. kaimun serta ketua maupun sekretaris tim pasngan ini, dan pihak yang diundang pun hadir dalam pertemuan itu. Dari pertemuan tersebut pihak KPUD telah menjelaskan semua permasalahan secara detail, “pasangan H. Kaimun sudah kami undang dan sudah kami jelaskan semua. Dan kami pun akui bahwa saat pendaftaran selasa kemarin terdapat keeliruan dalam hal ini ketidak telitian dalam memeriksa berkas calon, sehingga kami pun menerima pendaftaran tersebut, akan tetapi sore itu juga (selasa 02/02 red) kami mengecek kembali keabsahan berkas dan ternyata tidak memenuhi syarat pendaftaran, karena tidak memiliki tandatangan dari partai pengusung” ungkap Erfan.

Lanjut Erfan mengatakan pembatalan itu dilakukan atas dasar syarat berdasarkan Undang – undang no 32 pasal 59 ayat 2 tahun 2004 serta undang – undang 12 pasal 59 ayat 5 point a, bahwa parpol atau gabungan dapat mendaftar dalam pemilu kada apabila parpol memenuhi 5 kursi parlemen atau memenuhi 15 persen suara sah. Dan syarat pencalonan dengan partai pengusung harus di tandatangani oleh pimpinan parpol yang bergabung. *purnawansyah*

Tak Hanya Air Yang Kotor, Sebagian Desa 3 Tahun Tidak Dapat Air PDAM.

Dompu - Penyaluran Air yang dilakukan oleh PDAM Kabupaten Dompu makin dikeluhkan oleh Warga, bagaimana tidak penyalurah air ini di nilai sangat merugikan warga masyarakat, di musim penghujan seperti ini air yang diharapkan Bersih akan tetapi harapan itu sirna, malah air keruh yang didapat. Lebih ironis lagi sejumlah Desa di kabupaten Dompu justeru mengalami nasib buruk, sudah hampir 3 tahun lamanya mereka tidak pernah tersalur Air dari PDAM, padahal air merupakan sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh warga.
Sejumlah Warga mengaku kondisi keruhnya air PDAM sudah sering kali terjadi di musim penghujan seperti ini, kondisi tersebut dikhawatirkan akan sangat membawa dampak penyakit bagi masyarakat, lebih – lebih diare dan Muntaber sangat rawan terjadi di kala musim hujan, karena memang mau gak mau masyarakat harus menggunakan Air dari PDAM untuk kebutuhan hidupnya sehari – hari, “mau gak mau kita harus memakai air PDAM untuk kebutuhan mencuci serta masak, sementara air yang disalurka oleh PDAM sendiri kotor” ujar Anggi warga Desa Matua Kecamatan Woja Dompu pada kampong media.
Diungkapkan Anggi, mereka terpaksa menggunakan Air keruh PDAM untuk kebutuhan sehari – hari, karena untuk mendapatkan air bersih, mereka harus mengeluarka biaya banyak, belum lagi tiap bulanya harus membayar biaya Air dari PDAM, “menjadi pelanggan di PDAM sama saja bohong, tiap bulan kita harus bayar air keruh, kadang tidak pernah tersalurkan juga, untuk apa menjadi pelanggan di PDAM kalau air jarang keluar, kotor, sementara kita masih beli air untuk kebutuhan memasak dan lainya” keluhnya.
Hal senada juga dikeluhakan Fiah warga Kelurahan Montabaru Kecamatan Woja, penyaluran air oleh PDAM dirasakan sangat merugikan warga, dalam beberapa bulan ini penyaluran air di Kelurahan tersebut sudah tidak pernah ada, akibatnya mereka harus mengambil air dari jarak yang jauh dari rumah mereka, sementara sejak musim penghujan seperti ini meski air PDAM tersalurkan namun hanya air yang penuh dengan Lumpur saja yang di dapati warga, “airnya kadang tersalurkan dimusim hujan seperti ini, tapi hanya air keruh saja yang kita dapat” keluhnya.

Dikatakan Fia, penyaluran air oleh PDAM yang seperti dirasakanya itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, “dimusim kemarau air tidak pernah ada, di musim hujan justeru air Lumpur yang kita dapat” lanjut Fia
Dengan keruhnya air tersebut warga masyarakat khawatir akan dampak yang akan dirasakan mereka, lebih – lebih dimusim penghujan seperti saat ini sangat rawan akan penyakit yang dengan sewaktu – waktu dapat menyerang masyarakat, seperti diare, Demam Berdarah Dengue, dan lainya.
Sementara itu beberapa Desa lain yang merasakan hancurnya pelayanan yang dilakukan oleh PDAM Dompu yakni Desa Baka Jaya serta Desa Nowa kecamatan Woja Dompu, selama hamper tiga tahun terakhir ini mereka tidak pernah mendapat air yang disalurkan oleh PDAM, padahal mereka merupakan pelanggan resmi PDAM. Untuk mengatasi kekeringan tersebut warga setempat harus membeli air bahkan harus mengambil air dari jarak yang letaknya sangat jauh dari pemukiman warga bahkan di desa – desa tetangga yang memiliki sumur.
Azhar Salah seorang warga yang ditemui kampung Media rabu 03/03 mengaku tidak adanya penyaluran air PDAM di desa tersebut sudah terjadi tiga setengah tahun lalu, hal tersebut sangat berdampat buruk bagi warga, “hampir tiga tahun lamanya kami menderita dengan tidak adanya penyaluran air dari PDAM, bayangkan saja untuk memenuhi kebutuhan hidup akan air, kami harus mengambil dari jarak yang sangat jauh, 3 hingga 5 Km jarak dari kampung kami, kalau tidak mampu ambil sendiri kami harus beli dari tukang ojek sebesar Rp. 3000,- per cirigennya” keluh Azhar. Pekerjaan buruk PDAM ini pun menjadi tanda Tanya besar bagi masyarakat, karena melirik potensi air yang ada di Kabupaten Dompu akan dirasa cukup untuk penyaluran air warga sekitar Kota Dompu, akan tetapi untuk kebutuhan air itu sendiri tidak pernah ada di desa tersebut. “kami menilai pekerjaan PDAM Dompu ini sangat buruk, padahal potensi air di dompu ini sangat mendukung” ujar Azhar.
Lanjut Azhar mengatakan warga setempat sangat berharap akan kepdulian pemerintah untuk menanggulangi krisis air di Desanya, meskipun sebelumnya pemerintah sendiri telah melakukan upaya dengan cara pengeboran di berbagai titik, akan tetapi hal itu tidak membuahkan hasil. Warga menilai langkah lain yang dirasakan akan pas untuk itu adalah penyaluran yang dilakukan oleh PDAM sebagaiman bisanya tahun sebelum terjadinya kemacetan akan penyaluran air oleh PDAM, “daerah sekitar Desa kami ini merupakan daerah yang dekat dengan gunung jadi akan susah untuk mendapakan air dengan cara pengeboran, dan kami rasa jalan satu – satunya adalah alirkan air melalui PDAM sepereti biasanya, kami juga heran kenapa air bisa macet seperti ini, padahal kami merupakan pelanggan tetap PDAM.
Lebih jauh Azhar menjelaskan kebutuhan akan air di Desa tersebut sangat menjadi prioritas mereka, karena memang mereka merasa sudah tidak mampu lagi untuk membeli air dan mengambil air yang jaraknya jauh dari perumahan warga,”Air merupakan sumber kehidupan, kami rasa lebih baik gak usah makan tanpa ikan dari pada tanpa air, untuk itu kami sangat berharap akan kepedulian pemerintah dalam menangani masalah penderitan rakyat ini” harapnya.
Lebih jauh Azhar yang mewakili warga Desa baka jaya berkeluh, penyaluran air oleh PDAM makin tidak jelas, padahal untuk perbaikan dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air, pengadaan meteran air, pengadaan bahan kimia untuk penjernihan air, administrasi dan lainya, oleh pemerintah sendiri telah menganggarkan uang sebesar 7,5 milyar, akan tetapi hasil dari pada itu tidak ada sama sekali, justru malah berdampak buruk bagi warga, “ini sudah jelas bobroknya pelayanan yang dilakukan oleh PDAM, padahal anggaran untuk perbaikan maupun pembangunan Instalasi Pengolahan air, dan lain sebagainya itu sudah di lakukan, tapi kok pelayananya malah seperti ini, di Desa kami air tidak ada, di Desa maupun Kelurahan lain meskipun ada tapi air keruh yang didapat, kami mohon pada pemerintah agar bisa melirik dan sesegera mungkin dilakukan penyaluran air di Desa kami, kalau ini tidak segera diatasi maka akan berdampak buruk bagi kehidupan warga” harapnya. *purnawansyah*

Selasa, 02 Maret 2010

Pemilu Kada Dompu, 9 Pasang Balon Bupati Resmi Mendaftar di KPUD

Dompu – Sejak tanggal dibukanya pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati oleh KPUD yang dimulai pada tanggal 24 februari hingga 02 maret kemarin, sebanyak sembilan pasangan bakal Calon Bupati dan wakil Bupati Dompu yang siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Dompu (Pemilu Kada) yang akan digelar pada 7 juni 2010 mendatang sudah resmi mendaftar di KPUD Dompu.

Sejumlah pasangan Balon yang telah mendaftar, diantaranya yakni 6 pasangan bakal Calon yang menggunakan partai pengusung dan 3 pasangan balon yang menempuh jalur perseorangan (Independent). Diantara pasangan calon yang menggunakan partai pengusung yakni, pasangan Ir. Edy wahyudi – Drs. Diaul Anhar, pasangan H. Syamsuddin MK – H. Sanusi, S.sos, Pasangan Drs. H. Bambang M.Yasin – Ir. H. Syamsuddin MM, pasangan H.Syaifurrahman Salman – Drs. H. Gaziamansyuri serta Pasangan Drs. HM.Amin MM – H. Didi Wahyudi serta pasangan H. kaimun – Jaidun. sementara tiga Balon yang menempuh jalur perseorangan yakni pasangan Edy Hermansyah – Badrun Anggrat, pasangan Arifin Ibrahim, SE – Drs. M. Nurdin AR serta pasangan H. Abdurrahman – Nurdin, SH.

Sejak pembukaan pendaftaran Bakal Calon Bupati tanggal 24 februari lalu, dua pasangan balon yang lebih dulu mendaftar yakni pasangan perseorangan Arifin Ibrahim SE – Drs. M. Nurdin AR kemuadian di susul pasangan Edy Hermansyah – Badrun Anggrat, kedua pasangan ini mendaftar pada hari jumat 26/02.

Sementara pada hari senin 01/03 6 pasangan calon sekaligus mendaftar, dengan silih berganti dari pukul 08.00 hingga 16.00. ke enam pasangan Balon tersebut yakni Pasangan H. Symsuddin MK – H.Sanusi, S.Sos kemudian pasangan Syaifurrahman Salman – Drs. Gaziamansyuri, pasangan Drs. H. Bambang M. Yasin – Ir. H. Syamsuddin MM, pasangan Ir. Edy Wahyudin – Drs. Diaul Anhar, pasangan H. M. Amin – H. Didy Wahyudi serta pasangan perseorangan H. Abdurrahman – Nurdin SH. Sementara pasangan calon lain yakni H.Kaimun – Nurdin AR mendaftar pada hari terakhir pendaftaran selasa 02/03 kemarin.

Untuk memeriahkan saat pendaftaran bakal calon selain di dampingi partai pengusung masing – masing balon pun membawa ratusan massa pendukun maupun simpatisan, namun meski dengan jumlah massa yang cukup banyak pendaftaran bakal calon tersebut berlangsung aman. selain massa pendukung, asesoris politik seperti baliho, sapanduk serta bendera partai pun ikut mewarnai saat pendaftaran, bahkan alat musik seperti organ tunggal, kecimon, rebana, serta alat musik lainnya pun juga ikut dibawa untuk memeriahkan pendaftaran bakal calon. Bahkan tidak tanggung – tanggung sejumlah pasangan Balon bupati dan wakil Bupati pun melakukan pendaftaran dengan berjalan kaki mulai dari rumah mereka masing – masing, serta ada pula bakal calon yang mendaftar dengan menunggangi Kuda.


Dalam proses pendaftaran sejumlah pasangan bakal calon yang di dampingi partai pengusung yakni dengan cara menyerahkan berkas dukungan partai maupun dukungun masyarakat untuk calon perseorangan di hadapan pihak KPUD, setelah penyerahan dukungan oleh pihak KPU melakukan penghitungan jumlah dukungan sesuai dengan standar dukungan yang di tetapkan oleh KPUD, yakni pasangan bakal calon minimal meiliki dukungan 15 persen suara atau 5 kursi Parlemen untuk pasangan dengan partai pendukung.

Ketua KPUD Dompu Erfan Taufan mengatakan Dari sembilan pasangan calon yang mendaftar tersebut, berkas pendaftarannya semua diterima, karena dari berkas dukungan yang diserahkan ke KPUD telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Akan tetapi lanjut Erfan pihak KPUD masih akan melakukan verifikasi dan klarisifikasi untuk menentukan calon yang ikut dalam Pemilu Kada, "dalam proses pendaftaran, semua berkas bakal calon terpenuhi, namun pihak KPUD masih akan melakukan verivikasi dan kalrifikasi, untuk penentuan bakal calon yang menjadi calon dalam pemilu kada” ujar Erfan.

Pantauan kampung media saat pendaftaran sejumlah pasangan bakal calon Bupati yang mendaftar, terdapat sejumlah partai yang sama yang dibawa oleh bakal calon untuk mendaftar kemarin. Beberapa partai yang sama yang digunakan oleh bakal calon dalam mendaftar tersebut yakni, Partai Merdeka, PKB, PAN, PMB, Partai Buruh, Partai Barnas. Diantararanya partai Merdeka didaftarkan oleh pasangan Drs. HM. Amin dengan pasangan H. Kaimun, sementara PAN di daftarkan oleh pasangan Syamsudin MK dengan Pasangan Kaimun. Partai Barnas di daftarkan oleh pasangan H. Syaifurrahman dan pasangan H. bambang, PKB didaftarkan oleh Pasangan H. Syamsudin MK dengan Pasangan HM. Amin serta Pasangan H. Kaimun, dan PMB didaftarkan oleh pasangan H. Syaifurrahman dan pasangan HM.Amin serta pasangan H. Kaimun, sementara Partai Buruh didaftarkan oleh pasangan H. Bambang dan pasangan HM.Amin. *purnwansyah*

Rabu, 27 Januari 2010

Aksi PMII Ricuh

Aksi unjuk rasa para Para anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada hari senin Tanggal 25 Januari 2010 kemarin di Depan Gedung DPRD Kab. Dompu sempat berlangsung ricuh dan menyebabkan salah satu pengunjuk rasa jatuh pingsan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit, hal ini disebabkan karena keinginan mereka untuk menemui anggota Legislatif tersebut tidak dapat dipenuhi dan terjadi aksi pukul memukul dengan aparat keamanan yang berjaga-jaga didepan pintu gerbang Kantor DPRD karena mereka memaksa masuk dan mendobrak pintu gerbang tersebut.

Aksi mereka ini sebelumnya dimulai dengan dari Depan masjid Raya Dompu menuju DPRD, namun sebelumnya mereka sempat berorasi selama 15 menit di depan Kantor Dinas Dikpora Kab.Dompu baru selanjutnya mereka menuju gedung Legislatif.

Dalam orasinya, aksi yang dipimpin oleh Ketua PMII Cabang Dompu (Egar Syaiful) ini menuntut Pemerintah Kabupaten Dompu memberikan perhatian yang sama antara mahasiswa Dompu yang kuliah di luar daerah dengan yang di dalam daerah, karena mereka menilai selama ini Pemerintah Kab.Dompu membeda-bedakannya.dan mahasiswa yang kuliah dalam daerah merasa tidak diperhatikan hal ini ditunjukan dengan adanya atau tersedianya fasilitas/ asrama untuk mahasiswa Dompu yang kuliah diluar daerah.

Namun setelah ada insiden kecil tersebut, salah seorang anggota Dewan sekaligus Ketua Badan Legislatif Komisi III akhirnya menemui para pengunjuk rasa dan memberikan pernyataan kesiapan untuk meneruskan apa yang diaspirasikan tersebut ke pimpinan Dewan.

Rabu, 20 Januari 2010

Karena Bintang Pun Bercahaya

Sesekali pandanglah langit di malam hari. Kalau tidak mendung, kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. Ada yang terlihat berwarna jingga, ada yang terlihat berwarna biru, ada yang terlihat putih. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam.

Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita, juga memancarkan cahaya ke bumi. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter, inci, dan lainnya, astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun.

Sedikit angka-angka, kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300,000 kilometer per detik. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9,460,800,000,000 kilometer, hmmm... sungguh jarak yang luar biasa jauh. Ibaratkan seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu, tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. Subhanallah.

Selain itu, sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas, semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada... sudah mati... sudah tidak beraktivitas lagi, tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. Subhanallah.

Kita diberi Allah suatu keajaiban. Di satu sisi, kita diberi alam semesta yang amat sangat luas, sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. Di sisi lain, kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini, melalui cahaya bintang tadi. Melalui cahaya bintang itu, kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain. Melalui cahaya bintang itu, kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati.

Sama halnya dengan bintang, manusia pun diberi waktu hidup. Nabi Muhammad pernah berkata, bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. Dalam kurun waktu itu, kalau boleh diandaikan dengan bintang, merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah. Setelah kita wafat nanti, seperti bintang di langit, kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi.

Seperti bintang, 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. Lihatlah nama-nama Newton, Einstein, Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan masih banyak lagi yang lain. Mereka tetap dikenang, karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini.

Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek, kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik, sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini, walaupun kita sudah wafat.


Pesona Pulau Satonda


Pulau satonda merupakan salah satu Taman Wisata Alam (TWA) yang ada di kabupaten Dompu yaitu di Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.Pulau Satonda dikenal juga dengan nama Gunung Satonda, memiliki ketinggian 289 Km/dpl (diatas permukaan laut) dengan luas wilayah seluas 4,8 Km.
Gunung ini memiliki kawah danau air asin dengan diameter 0,8 Km yang letaknya di tengah-tengah pulau. Sejarahnya, diperkirakan air laut memasuki danau yang semula kaldera gunung Satonda sekitar tahun 2000 sebelum masehi. Masuknya air laut ke sana sewaktu meletusnya gunung Tambora tahun 1815 dilihat dari bagian-bagian yang runtuh pada bagian selatan bibir yang mengitari danau itu. Diperkirakan tinggi air laut yang menerjang dinding selatan Satonda itu sekitar 10 meter.
Kedalaman danaunya bervariasi antara 15-69 meter. Airnya bening. Keasinannya pun berbeda. Pada permukaan hingga 22,8 meter kadar asin 90 persen dibanding air laut. Sedangkan di kedalaman 50 meter ke bawah melebih air laut yaitu 108-117 persen.
Kalau di laut bisa ditemui ikan terbang, lumba-lumba. Sedangkan di daratannya, bisa dijumpai menjangan (rusa). Di sana terdapat pohon Kalibuda yang getahnya beracun bisa membutakan mata, dipercaya sebagai pohon keramat. Pada ranting-rantingnya bergantungan ”batu cita-cita”. Yaitu batu yang diikat tali digantungkan pada rantingnya yang dipercayai sebagai tempat menyalurkan keinginan. Di sebelahnya ada makam keramat seseorang yang dipercayai mengalami mukso (raganya menghilang).
Pulau Satonda merupakan tempat yang paling sempurna untuk berenang dan menyelam sembari menikmati air danau yang tenang dan pemandangan bawah air yang luar biasa seperti menikmati terumbu karang dan fauna air yang lain. Untuk dapat mencapai Pulau Satonda anda dapat melalui jalan darat dengan lama perjalanan dari pusat kota Dompu yaitu kira-kira ± 5 jam perjalanan darat setelah itu dilanjutkan kembali dengan perjalan laut dengan perahu tradisional dengan jarak tempuh ± 30 menit, dan ditempuh melalui penyebrangan dari Desa Calabai Kec. Pekat atau Desa Nanga Miro Kecamatan Pekat.
Pesona alam pulau satonda kabupaten Dompu makin menambah keelokan panorama alam Indonesia khususnya kabupaten dompu. Kita semua wajib mengenali dan melestarikannya. Alam Indonesia menjadi obyek penelitian yang sangat menarik oleh para ilmuwan. Pulau Satonda Kabupaten Dompu sepertinya bagaikan mata air yang terus mengalirkan misteri dan selalu mengundang ilmuwan untuk meneliti pulau yang masih banyak menyimpan misteri ini.









Sabtu, 26 Desember 2009

Membaca, Membangun Masyarakat


Tulisan ini terinspirasi oleh kenyataan yang dihadapi saat ini, dimana intelektualitas semakin hari semakin terpuruk, nilai-nilai di dalam masyarakat semakin terdegradasi, konfrontasi dimana-mana, ruang dialog tertutup, emosi dan nafsu terdepan dalam penyelesaian masalah, serta keterbatasan ide dan fasilitas pendukung penyelesaian masalah yang kurang memadai. Tahun 1980-an sampai tahun 1999 norma menjadi sesuatu yang dijunjung dalam pemahaman yang muda menghormati yang tua dan yang tua menghargai yang muda, sehingga Tokoh agama dan masyarakat menjadi salah satu sumber yang mendamaikan masalah. Budaya “santabe” dalam bahasa kita (Bima-Dompu) menjadi sesuatu yang mengentalkan budaya sopan santun kita. Namun semakin hari seiring dengan perkembangan zaman, tekhnologi yang semakin berkembang nilai-nilai itu hilang seketika dan merambah pada tingkat kriminal yang akut. Pada saat norma yang mulai terkikis dan mode menjadi pilihan utama budaya baca yang awalnya sudah asing menjadi sangat asing dan kemudian kabur tidak jelas.

Budaya baca yang sebenarnya mampu menetralisir perkembangan zaman yang lebih negatif semakin tidak tersentuh. Padahal buku bisa menjadi sumber ide dan gagasan dalam mengembalikan norma-norma yang mulai hilang. Buku sering kali mencerminkan apa yang terjadi dalam masyarakat dan syarat dengan kondisi dimana penulis menuliskan buku itu, meski buku bukan potret yang sesungguhnya dari kenyataan. Buku merupakan ciptaan manusia yang menjadi bagian dari upaya membangun perdaban, dengan bacaan terhadap realitas, kemudian pengembangan ide, cinta, dan bahasa yang memikat. Buku biasanya mengungkap bagaimana perjuangan manusia menghadapi hidup, tantangan, dan kesulitan yang berat dan disaat bersamaan menuntut inovasi, cinta, harapan, dan ide yang selalu diasah, sehingga kehidupan menjadi warna yang selalu indah. Itulah salah satu makna pentingnya buku; sebagai media ilmu, wawasan, dan penyumbang penting dalam peradaban manusia. Mencintai buku berarti membangun budaya, peradaban, dan membuka jendela ilmu. Buku adalah sumber ilmu pengetahuan dan dengan buku manusia akan menjadi lebih beradab.

Berbicara tentang buku maka kita juga akan berbicara tentang membaca, dan membaca adalah kebiasaan kecil yang member dampak besar pada setiap orang yang mengerjakannya. Tetapi jika amati minat baca dikalangan masyarakat kita saat ini tergolong rendah, bahkan dikalangan pelajar dan mahasiswa Dompu, minat baca kita tidak menjadi budaya yang bisa dibanggakan. Mereka hanya mengkonsumsi buku-buku yang sesuai dengan jurusannya, jarang sekali kita menemukan mereka membaca buku-buku wawasan umum. Kalau kita mencoba menatap lebih dekat bahwa toko buku dan perpustakaan yang menjadi bagian penting dari budaya baca hampir tidak kita temukan di Kab. Dompu, Kalau pun ada ketertarikan masyarakat tidak seperti menonton sepak bola atau mungkin menonton televise di rumah, komunitas baca dan diskusi yang menjadi bagian dari tempat aktualisasinya sangat asing, sehingga semakin menjauhkan kita pada budaya intelektual dan perdaban yang ingin dibentuk.

Membaca, membangun masyarakat. Kalimat ini mungkin yang akan menginspirasi kita semua tentang membangun bangsa dilevel terbawa dalam masyarakat, dan tentunya harus ada upaya untuk menciptakan suasana yang mencintai buku. Masyarakat yang maju adalah masyarakat menghargai buku. Semua bisa dipetik dari buku, buku menjadi jejak sejarah yang sudah diabadikan. Kebanyakan bangsa-bangsa maju adalah bangsa yang sangat menghargai buku. Budaya baca buku mereka sangat tinggi. Banyak perubahan besar terjadi pada bangsa yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dengan buku sebagai medianya. Membaca buku memiliki segudang manfaat yang dapat kita petik, selain membuka wawasan dan mengasah intelektual juga merangsang perkembangan emosi. Dengan membaca buku manusia akan belajar bersikap lebih empatik dan simpatik. Tanpa disadari kita menjadi lebih dewasa dan mampu mengatasi masalah kehidupan dengan baik.Tanpa disadari saat membaca buku, kita ‘bermain’ dengan khayalan, khayalan tentang sesuatu yang ingin kita bangun esok hari. Kita mengurutkan alur cerita menurut versi penggambarannya sendiri. Manusia yang sering dilatih imajinasinya, akan terbiasa mencetuskan ide-ide cemerlang yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan budaya baca akan lahir individu yang maju dan berkembang, dari individu-individu yang maju tersebut tercipta masyarakat yang maju. Pada akhirnya dari masyarakat yang maju tercipta bangsa yang maju juga. Saatnya budaya baca menginspirasi kita untuk membangun fasilitas pendukung, dari mulai pengadaan buku sampai pada membuat rumah baca, sangat sederhana jika semua elemen mendukung ini sebagai bagian dari membangun generasi bangsa yang beradab.

Pada level tertinggi di daerah kabupaten harus menjadikan budaya membaca, ataupun cinta buku sebagai program unggulan dalam meningkatkan kualitas masyarakat, selain itu pengadaan dan suplay buku juga harus menjadi ekspresi dari semangat membangun kualitas masyarakat. Tidak bisa dibayangkan bagaiamana terjadinya “kompetesi” intelektual dan mengalirnya ide-ide produktif yang bisa diramu menjadi konsep membangun masyarakat yang maju dan berkembang jika hal ini diperhatikan dan direalisasikan. Pada tingkat pelajar dan mahasiswa harus menjadikan budaya baca sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengembangan diri, terutama bagi mereka yang sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang lebih sebagai orang yang berpendidikan formal yang bertugas mentransformasi ilmu pengetahuan dan nilai dalam masyarakat yang lebih luas. Nah, ini adalah terobosan yang tidak baru tetapi konsep lama yang masih belum di garap menjadi kenyataan yang lebih baik.

Selanjutnya seluruh pihak harus melek, membuka jendela ini untuk menatap dunia sebelum kita dijajah besar-besaran. Kita mulai dari diri kita sendiri, memulai dari keluarga, masyarakat dan mulai dari hari ini. Tak ada hari esok yang lebih baik jika kita tidak pernah merencanakannya hari ini. Ketika ini menjadi gerakan bersama dan seluruh masyarakat dari lapisan terbawah sampai pada tingkat pemerintah memberikan perhatian khusus tentang membaca dan membangun masyarakat, suatu ketika akan lahir generasi baru yang berintelektualitas tinggi, berwawasan luas, dan memilih dialog dari pada harus berkonflik secara fisik, sehingga kehidupan bermasyarakan kita penuh dengan kedamaian dan nilai-nilai yang selalu djunjung tinggi. Dan pada akhirnya nanti terciptalah pemimpin yang bersih dengan rakyat yang beradab dan ber-ilmu pengetahuan tinggi.

Noval Palandi

Jln. Lintas Sumbawa no.214 RT.04/ RW.01

Kelurahan montabaru Dompu.

Email : daeenpe_pii@yahoo.com

Web : de-enpe.blogspot.com

 
Free Web Hosting | Top Web Host